We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Love Is Like Chocolate

Love Is Like Chocolate

  • WpView
    Reads 434
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 20, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Luka yang kau buat terlalu dalam! Membuatku takut untuk memulainya lagi. Apa aku akan terus seperti ini selamanya? Takut akan jatuh cinta "Aku fabilla. Dan aku gamau makan coklat, sebenernya bukan karena aku ga suka coklat. Aku sangat suka coklat. Tapi rasa sakit yang aku rasakan setelah memakan coklat lah yang membuat aku takut makan coklat. Sama halnya dengan cinta. Aku takut akan jatuh cinta karena apa yang akan aku rasakan setelahnya adalah sakit hati. Tapi aku juga tak mau terus seperti ini. Apa aku harus mencoba melawan rasa takut ini?" Ini kisahku
All Rights Reserved
#498
melupakan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
  • I LOVE YOU TO THE SUN AND BACK
  • Air Mata Cinta
  • sahabat kok gini?! || NA2 (End)
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • AKSARA LARA(END)
  • I LOVE MIMA (Lurah Family)

[COMPLETED] Kehilangan seseorang untuk selamanya bukanlah hal kecil, rasa sakit dan amarah yang tersimpan di dalam hati akan terus menyeruak keluar menentang takdir yang ada. Namun jika apa yang kita pikirkan ternyata tak sesuai dengan kenyataan, apa yang akan kita lakukan? Kejadian empat tahun lalu membuat semuanya berduka, setiap momen yang mereka lewati mempunyai luka nya tersendiri. Namun ternyata takdir berkata lain, kehadiran sosok manis yang mereka tunggu tunggu dan pikir sudah pergi, ternyata kembali. Melengkapi harmonisnya hubungan kekeluargaan antara mereka semua. Gadis yang berada di ambang kematian, berusaha keluar dari situasi yang mencekam. Dia seakan-akan di telan oleh ganas nya api yang membara, namun siapa sangka, takdir Tuhan berkehendak lain. Selamat datang kembali, Flora.

More details
WpActionLinkContent Guidelines