Marriage Not Dating

Marriage Not Dating

  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 2, 2018
"Aku... Cuma takut ...." "Takut apa sayang?" tanya seorang wanita di hadapannya, dengan raut wajah penuh rasa penasaran. "Jatuh cinta dan kembali tersakiti...." --------Natasha Azura Tsabit------- - - - "Kamu memang bukan cinta pertama saya, dan saya juga bukanlah cinta pertama kamu. Tapi saya berjanji akan berusaha membahagiakan kamu seumur hidup saya, sebagai cinta terakhir dan itu berlaku selama-lamanya..." -------Fathan Haidar Ra'if--------
All Rights Reserved
#908
adult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Nata, De & Coco
  • the other side
  • DIA PERGI?!
  • I Hate You, I Love You
  • Don't call it love!
  • MINE (END)
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • Antara Cinta dan Persahabatan

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines