All of our wedding

All of our wedding

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 23, 2017
Prolog Dia datang selalu kusambut dengan senyuman, tapi apa yang ku dapat sebagai balasannya dia hanya mengabaikanku menganggap bahwa aku hanya bayangan tak kasat mata. Aku tidak tahu mengapa ia begitu membenciku, dia yang memintaku tapi dia juga yang seolah-seolah menganggap aku adalah kotoran pengganggu dalam hidupnya. -Clayasya nourista Aku membencinya, sangat membencinya. Tidak ada alasan mengapa aku begitu membencinya, yang jelas aku sudah membencinya sejak dulu. Karena suatu hal aku terpaksa memintanya untuk menikah denganku, tapi itu kulakukan karena aku tau dia sudah menyukaiku sejak lama. Jadi, tidak salah bukan aku memanfaatkan hal tersebut untuk kepentingan pribadiku. Dan ku harap dia tidak berharap lebih pada pernikahan ini. -zeref ferdinard
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Don't call it love!
  • Married For Stimulate
  • Kesempatan Kedua
  • BUNGKAM
  • menggenggammu (end)
  • UTOPIS || Anthony Ginting
  • Maaf, Cakra!
  • [BL End]I am Married to a Mute
  • Weird Wedding ✓

Suamiku tidak mencintaiku, saudari seayah beda ibuku ternyata seekor ular beracun, dan hidupku tidak baik-baik saja. Bahkan suami antagonis dalam sinetron murahan pun jauh lebih baik daripada suamiku yang membuatku sakit, sekarat, lalu mati. Benar-benar kurang ajar! Barangkali semesta menaruh simpati terhadapku hingga memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa sebelum terjerat pernikahan konyol dengan mertua yang sifatnya mengalahkan ibu tiri dalam serial picisan. Mengejar cinta suamiku? Humph! Mimpi! Aku tidak peduli dengan keluarga maupun suamiku. Kuputuskan meninggalkan mereka, menyepi ke pinggiran kota, dan membangun kehidupan baru yang ideal bagi orang sepertiku. Namun, memang dasar setan! Mereka masih saja mengganggu dan berharap aku akan bersedia mengorbankan kebahagiaanku demi sesuap kasih sayang semu! Sialan! Jambu! Beri aku ibu peri! Sekarang! "Mau jadi menantuku, Sayang?" Tetanggaku, seorang nenek mencurigakan yang mungkin saja penyihir, menawarkan cucunya kepadaku. Memangnya apa yang bisa kulakukan? Tentu saja menerima pernikahan tersebut! Dengan begitu mantan suami dan mantan keluarga yang berengsek itu takkan bisa menyentuhku. Jenius! "Sayang, yuhuuuuu! Aku datang!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines