Let Me Alive

Let Me Alive

  • WpView
    Reads 3,085
  • WpVote
    Votes 782
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 19, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
[ TAHAP REVISI ] Gadis itu mencengkeram erat kepalanya. Di tengah hujan, ia masih mengalami perdebatan sengit antara hati dan otaknya. Aurora, begitulah ia kerap dipanggil. Nama yang sangat indah, seperti orangnya. Menangis di tengah hujan yang sangat deras memang efektif, karena setetes air mata pun takkan terlihat. Ia berteriak, menangis, bahkan merutuki dirinya sendiri, tak peduli darah yang mengalir dari hidungnya telah mengotori seragam SMA-nya. Pikirannya benar-benar kacau. Apalagi kalau bukan karena cinta. Ya, cinta memang begitu. Begitu menyulitkan dan menyakitkan. Varo, pangeran yang selama ini dinantikan oleh sang princess. Tapi, apalah daya tangan tak sampai. Ia benar-benar bodoh. Ia terlalu percaya dengan cinta. Cinta yang telah menghancurkan hatinya. Hati yang kini telah mati. Di satu sisi, ia bertemu dengan The Black Devil yang mengubah hidup seorang princess. Akankah ia mampu bertahan dengan Black Devil? Ataukah ia masih bertahan dengan pangeran yang telah menyakitinya?
All Rights Reserved
#570
live
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Seminggu sebelum aku mati (End)
  • Jejak Waktu [Complete]
  • Apa yang Mereka tidak Tahu
  • Family Line
  • Cerita Tentang Kita
  • Secret Famous Girl
  • Halcyon
  • That Lady, With All Her Secrets
  • The Bleeding Lady [completed]

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines