Let Me Alive

Let Me Alive

  • WpView
    Reads 3,085
  • WpVote
    Votes 782
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 19, 2017
[ TAHAP REVISI ] Gadis itu mencengkeram erat kepalanya. Di tengah hujan, ia masih mengalami perdebatan sengit antara hati dan otaknya. Aurora, begitulah ia kerap dipanggil. Nama yang sangat indah, seperti orangnya. Menangis di tengah hujan yang sangat deras memang efektif, karena setetes air mata pun takkan terlihat. Ia berteriak, menangis, bahkan merutuki dirinya sendiri, tak peduli darah yang mengalir dari hidungnya telah mengotori seragam SMA-nya. Pikirannya benar-benar kacau. Apalagi kalau bukan karena cinta. Ya, cinta memang begitu. Begitu menyulitkan dan menyakitkan. Varo, pangeran yang selama ini dinantikan oleh sang princess. Tapi, apalah daya tangan tak sampai. Ia benar-benar bodoh. Ia terlalu percaya dengan cinta. Cinta yang telah menghancurkan hatinya. Hati yang kini telah mati. Di satu sisi, ia bertemu dengan The Black Devil yang mengubah hidup seorang princess. Akankah ia mampu bertahan dengan Black Devil? Ataukah ia masih bertahan dengan pangeran yang telah menyakitinya?
All Rights Reserved
#440
struggle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • YOUNIVERSE (Tahap Revisi)
  • Garvitara [END]
  • Apa yang Mereka tidak Tahu
  • Halcyon
  • Menyerah atau Bertahan?
  • That Lady, With All Her Secrets
  • BBS: MEANING HAPPY|END|.
  • HEARTBREAKING (On Going)

Mataku terpejam cukup lama, nafasku tersengal. Aku merasakan tubuhku terjatuh begitu dalam, begitu gelap, hingga aku merasa saat itu hidupku akan berakhir. Sampai pada akhirnya aku merasakan seseorang menggenggam tanganku. Aku melihatnya samar, dia berusaha menarikku ke permukaan. Namun, begitu aku sungguh menaruh harapan besar padanya, dia melepaskan genggamannya dengan raut wajah yang tak bisa aku baca. Dia membiarkanku jatuh semakin dalam kedalam lubang tanpa dasar. membunuh seluruh impian dan harapanku. Seharusnya saat itu aku tidak menyerahkan seluruh hatiku padanya, jika memang hanya untuk dihancurkan. Aku percaya padanya, tapi dia telah mengkhianati ku. Aku menganggap dia adalah duniaku, tapi dunia telah meninggalkanku. Dia yang tak ingin ku ingat namanya, dia yang tak ingin ku lihat wajahnya, Alif Satya Purnama

More details
WpActionLinkContent Guidelines