All About You

All About You

  • WpView
    Reads 711
  • WpVote
    Votes 126
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Fri, Dec 21, 2018
Lauren Audinata gadis cantik dengan segala kelebihan yang ia miliki namun siapa sangka dibalik semuanya itu ia adalah seorang anak yang sangat menginginkan kasih sayang orang tuanya yang dia tidak dapatkan. Disisi lain Arkanzio Aderald Reynard seorang bad boy yang sangat diidamkan kaum hawa dan memiliki keluarga yang sangat harmonis. Hingga suatu hari pertemuan yang tidak sengaja terjadi pada mereka berdua. "Eehhh...sorry gue gak sengaja"seseorang itu berbalik dan menatap Lauren sebentar. "Okk,santay.Lo Lauren anak X MIPA 1 bukan?" "Iya emang kenapa?" "Gak papa sih nanya doang" "Oh"jawab Lauren sekenanya dan ternyata orang didepannya ini cukup menyebalkan. "Lo kenapa dah dari tadi mukanya kaya orang mau ditagih hutang aja" "Apaan sihh...gue lupa bawa topi" "Ohhh,nih pake punya gue aja"tawarnya sambil menyodorkan topinya padaku dan berjalan hendak meninggalkan lauren. "Eitt...tunggu tapi nanti lo gimana?" "Pake aja itu mah udah biasa" "Serius?"memastikan apakah dia benar-benar meminjamkan topinya untuk Lauren. "Iya bawel" "Ok makasih yaa" Pria itu hanya menjawab dengan anggukan dan meninggalkan Lauren begitu saja.Saat pria itu sudah tidak ada dihadapannya dia baru ingat kalau dia belum menanyakan nama pria tersebut.Hal itu yang membuat Lauren bingung bagaimana cara mengembalikan topi tersebut. *** Penasaran sama ceritanya?Ayoo langsung tambahkan ke daftar perpustakaan dan baca kisahnya. Happy Reading
All Rights Reserved
#22
msasma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Untuk Oreo dan Kamu [OG]
  • DETTA
  •  ANATHA
  • SAH! [SUDAH DITERBITKAN]
  • ON SIGHT (Completed)
  • Mine [SELESAI] ✔
  • PENA ASMARA | TAMAT✅
  • Untung Sayang
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍

Lauren dan Sam bukan kisah yang keras-keras jatuh cinta-mereka tumbuh pelan, dari tatapan singkat, senyum kecil, hingga diam yang saling mengerti. Di balik bangku sekolah yang sederhana, mereka menulis cerita. Tentang tawa yang tak dibuat-buat. Tentang genggaman yang nggak selalu erat, tapi hangat. Dan tentang janji-janji kecil yang mungkin... cuma untuk dikenang. Tapi waktu nggak pernah berhenti berjalan, dan orang-orang nggak selalu tinggal. Kini, mereka duduk di ujung dunia yang berbeda-masih saling ada, tapi tak lagi saling punya. Lalu, jika satu surat bisa membuka kembali pintu yang tertutup rapi, masih pantaskah kisah mereka kembali dibaca? ------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines