ELEGI
  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 17, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
kamu tau apa yang paling aku benci? ELEGI. karena elegi itu selalu bisa membuat ku menangis, elegi menandakan bahwa aku kehilangan kamu, bisa kah kamu berada di dekat ku lebih lama? kemana kamu pergi? entah aku tidak tau. kamu itu susah aku tebak. aku yakin kamu ada. tapi dimana aku harus menemui mu? apakah di jawa? sumatra? papua? tidak kamu tidak disana. hey lihat aku, aku sudah berubah. aku berubah ayo peluk aku lagi, kamu buat ku rapuh. sialan. kamu jahat sekali. siapa yang akan membuat ku tersenyum? siapa yang akan ku goda? siapa yang akan membuat telinga ku sakit lagi? siapa yang akan mengajariku untuk lebih baik lagi? ELEGI terlalu pekat. dia menutupi mata, jiwa, raga dan langkahku. siapa yang akan ku jadikan batu sandaran ku? apakah itu dirimu disisi lain? jika kamu tidak mau kembali tak apa. aku ikut. aku ingin sekali hidup bersama mu. aku tunggu kamu. Aku mencintaimu. Bara Prasetya
All Rights Reserved
#141
teens
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Goodbye Alaska [END]
  • please stop it!! [Ending]
  • ALSTARAN [END]
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Matahari
  • You Are My Only One (REVISI)
  • Effort 2 [ Completed ]
  • ALONE
  • Perfect Queen

[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] "Woi! Anak pungut!" "Dari mana aja? Jam segini baru pulang?!" Gadis yang merasa dirinya dipanggil itu menghentikan langkahnya, menunduk, menyeka darah yang sedikit mengalir dari sela bibirnya. Dia menoleh, menatap Bramasta tajam. "Peduli apa papa sama Rhea?" Rheana Adhisty gadis yang punya seribu cara percobaan bunuh diri. Tetapi entah apa yang salah, semua cara yang ia lakukan selalu gagal. Hingga suatu hari, Alaska datang sosok yang semakin mengacaukan usahanya untuk mati. "Ngapain naik ke sana?" "Cari mati, Lo?" Rhea enggan mendengarkan suara berat itu, ia masih menatap nanar trotoar yang dipenuhi kerumunan orang untuk menyaksikannya dirinya jatuh dari rooftop yang berada dilantai tujuh. "Buat apa gue hidup? Enggak guna juga." "Sampai jumpa di alam baka, Alaska."

More details
WpActionLinkContent Guidelines