Mencintai 💖 Mu

Mencintai 💖 Mu

  • WpView
    Reads 406
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 14, 2019
Kita tak pernah tau Cinta itu datang untuk siapa dan kapan.. Cinta itu tentang rasa dihati.. "Yang ku tau, sejak dulu.. aku sudah mencintai mu, walaupun rasa itu tak pernah terbalas oleh mu." Sinta Anugrah. Sinta kembali di pertemuan dengan seseorang, seorang yang sangat berarti untuknya dulu dan mungkin sampai sekarang tetap sama. Apakah sekarang rasa itu akan terbalas, atau akan tetap sama seperti dulu, tak terbalas dan hanya menyisakan sebuah luka kembali. *** Februari 2017...*** Saran dan kritiknya tetap slalu ditunggu. Aku hanya manusia, punya kekurangan.. mohon dimaklumi.. 😊😊 Selamat membaca, semoga suka ceritanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When his name is
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • Diana - Cinta Tak Pernah Salah
  • Tentang Cinta
  • TRAUMA
  • Cahaya Dari Luka
  • Yang Tak Pernah Ada
  • Hadiah Terbaik Dari Allah
  • DILEMA CINTA [END] COMPLETED

sinopsis: "Aku milikmu, ingat itu." Aku bertemu dengannya-dan saat menatap matanya, semua luka lama terasa seperti baru kemarin. Kami bukan orang asing. Kami adalah dua jiwa yang pernah saling memiliki, lalu membuang ribuan kenangan dan mimpi seakan semuanya tak berarti. His name is Benedictus. "Dia adalah masa laluku... dan juga yang terakhir bagiku," ujar Angelz saat bicara pada Chris-teman yang selama ini diam-diam mencintainya dari kejauhan. Chris tahu, cintanya mungkin tak akan pernah terbalas. Bukan karena dia tak cukup baik, tapi karena bayangan masa lalu Angelz terlalu kuat untuk dilupakan. Lalu, ketika masa lalu dan masa kini bertabrakan, akankah Angelz tetap memilih luka yang familiar... atau cinta yang diam-diam tumbuh dengan tulus? ________________________________________ prolog: Aku lupa kapan terakhir kali memeluknya-mungkin saat langit masih tahu cara bersinar di mataku, sebelum semua berubah jadi abu-abu. Dia berdiri di depan ku sekarang, seperti mimpi buruk yang kembali mencari tempat tinggal. Tapi bukan karena aku takut... aku hanya belum siap mengingat betapa dalamnya luka yang pernah kami ciptakan bersama. Namanya Benedictus. Dan sekali lagi, dunia menuntunku ke arah yang selama ini ku coba lupakan. "Angelz," suaranya tak berubah. Aku menunduk. Karena sekuat apa pun aku menyangkal... sebagian dari diriku masih miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines