Shouts Of Death [Complete]

Shouts Of Death [Complete]

  • WpView
    Reads 106,831
  • WpVote
    Votes 8,242
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadComplete Tue, Feb 21, 2017
WpInfo
Fiction
Mystery
Highest Rank: #6 dalam Mystery/Thiller 👉 05 Februari 2017 pernahkah kalian sampai pada titik dimana kalian sudah tidak dapat memendam rasa sakit yang ada pada hati kalian? dan berpikir untuk mengakhiri ini semua? saat ini aku berada pada titik itu dan aku memilih untuk membuat mereka berteriak dan meminta ampun akan rasa sakit yang ku berikan. Aku akan membuat mereka berteriak mengiringi kematian mereka sendiri. aku akan membuat mereka sadar akan kematian yang selama ini mereka berikan kepadaku lalu aku akan menunjukan kematian yang sebenarnya itu seperti apa pada mereka
All Rights Reserved
#102
killer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY DESTINY (COMPLETED)
  • Psychopath? (Cogan Casts)-REVISI
  • I Am Psychopath [Complete]
  • Aku dan Saudara Kembarku [END]
  • u n k n o w n
  • [Revenge] Confidential 2 (END)
  • SCORE 100
  • REVENGE 1 - THE DARKNESS IN THAT PRETTY FACE
  • I'M NOT STUPID! [TELAH TERBIT] ✓
  • Psychopath Child

Kisah seorang gadis yang harus menerima kenyataan, bahwa dia adalah mate dari seorang Alpha kejam yang tidak ingin menerimanya _________________________________________ "Arrrrrggggghhhhhh" aku mendengar jeritan kencang gadis itu, aku melihat tubuhnya bersimbah darah karena perutnya tergores oleh kuku beracun Joseph yang sebenarnya di tujukan padaku. Tubuhku lemas seketika, aku ambruk di samping tubuhnya, kulihat matanya sayu namun masih terbuka. Aku menarik tubuhnya ke pangkuanku, tanpa sadar air mataku mengalir deras di pipiku. Jason mengerang kesakitan didalam kepalaku. "Tu-tuan tidak apa-apa? Tuan baik baik saja kan?" tanyanya lemah padaku sambil menyentuh pipiku menghapus air mata yang turun disitu. Tangannya terasa sangat dingin, darahnya terus keluar melalui perutnya yang terluka. Aku mengambil tangan mungilnya dari pipiku lalu mengecup telapaknya lama, air mataku tak mau berhenti menetes. "Mengapa kau mengkhawatirkanku disaat kau dalam keadaan seperti ini?" ucapku sambil terisak. "Tu-tuan kenapa menangis? Tuan kan membenciku? Aku tidak suka melihat tuan menangis, karena aku sssstttt aku me-mencintai tuan" ucapnya sambil menahan sakit, aku yang mendengar itu merasa tercabik cabik di dalam hatiku. 'Dia mencintaiku' aku senang mendengarnya namun..... "Aaaaarrrgggggghhhhhh" Ps : Maafkan author kalau cerita ini kurang menarik, dan terus beri kritik dan saran buat author biar kedepannya bisa membuat novel yang lebih bagus lagi, see you soon. Publish : Minggu, 26 Nov 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines