Story cover for TOMORROW by aileen_daily
TOMORROW
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Nov 14, 2016
Yori : "Aku bisa hidup dengan luka di tubuhku, tapi tidak dengan luka di hatiku."

Jing Yu : "Ayo, kita hentikan semuanya."

Lucas : "Aku hanya punya satu pertanyaan dalam benakku, apa kau pernah mencintaiku?"

Suga : "Apapun untuk keluargaku, aku tidak akan mundur selangkah pun."

Nam Joon : "Tidak ada perbedaan yang mampu menghalangi kita."

Hidup dalam satu gedung yang sama. Berada di lantai yang sama. 
Banyak perbedaan diantara mereka. Dari semua perbedaan itu mereka memiliki satu persamaan.
Mereka harus menanggung kesalahan di masa lalu. Bukan karna diri mereka sendiri, tapi karna orang-orang yang mereka sayangi.
Rasa sayang dan cinta yang mereka rasakan satu sama lain, mampukah bertahan atau justru menghilang begitu saja?
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add TOMORROW to your library and receive updates
or
#22tomorrow
Content Guidelines
You may also like
30 DAYS by JihanSadiyah
9 parts Complete
[V FF] 30 hari bersamamu memang belum cukup bagiku, tapi untuk 1 detik saja bersamamu sudah sangat berarti bagiku. Karena 30 hari bukan hanya tentang waktu tapi tentang kebersamaan. *** Ceritanya dimulai (begin) dari taehyung melawan sakit yang menimpanya. Taehyung mendapatkan penyakit selama 2 tahun terakhir sejak dia kuliah di Amerika, tapi karena tidak ingin ada yg khawatir dengannya taehyung tidak memberitahu pada siapapun soal penyakitnya, lalu ditengah melawan penyakit taehyung bertemu dengan seseorang yg juga sedang melawan penyakit walaupun penyakitnya berbeda, dan lama kelamaan taehyung jadi jatuh cinta padanya dan itu adalah cinta pertama (first love) taehyung, tapi saat taehyung ingin mengungkapkan perasaannya pada wanita itu, dihari yang sama jimin sahabat taehyung mengatakan bahwa dia mencintai wanita itu, karena takut melukai sahabatnya taehyung terpaksa berbohong (lie) dengan mengatakan bahwa dia sedang jatuh cinta pada temannya di amerika, setelah kejadian itu taehyung merenungkan (reflection) bahwa dia memang tidak pantas untuknya mengingat kejadian masa lalu (stigma) taehyung yang sangat menyedihkan, yaitu taehyung pernah membunuh orang yg sangat ia cintai, tapi ia ingat bahwa ibunya (mama) pernah berkata dalam situasi apapun tetaplah tersenyum, hingga suatu hari ia terbangun(awake) dari mimpi panjangnya tapi sayang kisah ini telah berakhir dan ia tak mungkin kembali ke masalalu dan merubah alurnya. Akankah taehyung berhasil melewati masa-masa sulitnya? Atau malah menyerah? -Begin -first love -lie -reflection -stigma -mama -awake The end *** Main cast: -Kim Taehyung (Kim Taehyung) Cerita ini terinspirasi dari beberapa album/MV BTS. Terutama album LOVE YOURSELF, tapi tokohnya aja yg aku ubh, misalnya adegan jin ama j-hope berubah jadi v semua gitu jadi kalo ada saran coment aja :):):):):):):):):):) *** Penulis amatir:)
You may also like
Slide 1 of 9
Shining Star cover
My Heart | [ROSE] [✔] cover
WAS cover
[END] Menanti Sebuah Jawaban [MSJ] KookminxKookV cover
30 DAYS cover
Your Eyes Tell (Jinkook) END cover
Semesta [TERBIT] cover
Married With Ex-Idol cover
✔ Tears For Love || Min Yoongi (Suga) cover

Shining Star

16 parts Complete

Hidup yang pernah kupandang sebelah mata, kini menjadi lebih indah karena kehadiran orang - orang baik di sekelilingku. Kita hanya butuh mereka untuk meyakinkan bahwa Dunia baik - baik saja meski keadaan di luar sana berkata sebaliknya. Kemudian, pernah terluka tidak menjadikanku lantas mendendam pada hidup. Sebaliknya, aku akan mengejek masa lalu yang telah banyak memberiku airmata dengan tawa bahagia yang kini kuciptakan dan tercipta di sekelilingku. Dan berapa kalipun hidup menertawakanku yang terjatuh, aku tidak akan menangis dan berdiam diri untuk tertinggal dengan rasa penyesalan yang membuat dadaku sesak. Aku akan bangkit dan berlari, mengejar segala impian yang sudah kurawat sejak kecil dan membuat mimpi - mimpiku terwujud satu persatu. Dan hingga di titik ini, aku merasa menang dari ejekan penyesalan masa lalu yang masih belum berhasil menarikku mundur untuk mencaci mereka dengan energi yang kupunya.