Choice

Choice

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 22, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Ketika ada hati yang dilibatkan dalam sebuah persahabatan. Ketika ada harapan yang berujung pada sebuah penderitaan. Ketika ada dua pilihan yang sama-sama menyakitkan. Ketika sebuah perjuangan berakhir sia-sia. Dan ketika keputusan yang diambil merupakan awal dari sebuah keterpurukan. Setelah semua itu, Akankah semuanya kembali sama? ini kisah tentang sebuah persahabatan, hati yang terlalu berharap, dan kenyataan yang terkadang tak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Hanya cerita biasa. Namun terdapat banyak sekali hati yang patah. Semoga kalian tidak mengalaminya. Hak Cipta Terlindungi .
All Rights Reserved
#338
choice
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Bleeding Lady [completed]
  • Erlangga
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • Dua Cinta (Our Promise)
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Senja Dan Jingga
  • Between Us : One Heart Two Stories [On Going]
  • Regrets of Love

Ia tak pernah meminta hidup yang sunyi. Namun sejak kecil, ia diajari bahwa diam adalah satu-satunya cara untuk bertahan. Seorang perempuan dinikahkan oleh ayahnya dengan anak angkat yang tak pernah merasa memiliki siapa pun. Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan tentang kewajiban, dendam, dan luka yang diwariskan tanpa permisi. Laki-laki itu tak pernah mencintainya. Bahkan, tak pernah mencoba. Yang ia lihat hanyalah sosok yang mewakili masa lalu yang ingin ia lupakan, bayangan dari keluarga yang membuatnya merasa asing seumur hidup. Malam-malam perempuan itu dipenuhi dingin. Bukan hanya dari tubuh yang menjauh, tapi dari kemarahan yang tak ia pahami. Namun dalam sunyi yang dipaksakan, ia tetap bertahan. Mencoba belajar mencintai dalam diam. Menanti entah untuk disembuhkan, atau perlahan dilenyapkan. Kisah sunyi tentang hati yang tak pernah dipilih, dan luka yang terlalu dalam untuk disuarakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines