We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Life
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 16, 2016
WpInfo
Fiction
Horror
Bayangkan jika...... Kau tinggal dengan seorang psikopat, Di hantui oleh hantu seram di sekolah, Dicap gila di sekolah, dan Dikucilkan di masyarakat. Bagaimana? Bahkan tak ada kata bahagia dalam hidupmu. Yang ada hanya kesedihan, ketegangan, ketakutan, ancaman dan kekhawatiran. Itulah kehidupanku. Kehidupan yang sangat.... kau taulah. Tetapi, semua ini berubah ketika dia datang. Entah aku harus senang atau sedih. Pasalnya, aku sudah cukup nyaman dengan kehidupanku. Ya, karna aku bebas menenangkan semua musuhku...
All Rights Reserved
#841
psikopat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Teach Me [Hiatus]
  • Endless Summer [TAHAP REVISI]
  • I'm okay (END)
  • Eliinaa
  • LOVE YOURSELF(Hiatus)
  • Perkara Cinta Yumna

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines