Meanders

Meanders

  • WpView
    Reads 421
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 10, 2018
"Kenapa lo kayak gini sih, Na?" Razza menumpukan kedua tangannya diatas meja. Sedangkan matanya terus menatap perempuan yang ada dihadapannya kini. Anna memalingkan wajahnya. Air mata sudah bergerumul di sudut matanya. "Lo gak akan ngerti," ujarnya pelan. "Gue ngerti." Anna tersenyum miris. "Apa yang lo ngerti?" Anna meremas kedua tangannya yang berada diatas pangkuannya, "Lo gak pernah tau apa yang gue rasain. Karena pada akhirnya, gue akan selalu salah dimata lo." Dan dengan itu Anna bangkit, meninggalkan Razza yang mendesah pelan. Awesome cover by @Mahendra-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INTERIM: Let Me See Your Smile
  • Someone You Can't Have (JENLISA) ✓
  • My you
  • My Enemy Ayna
  • AILAH(END)✅
  • Belia & Keandra (END)
  • LOST (ID) -JENLISA ✔️
  • When Perfect Meet Trouble Maker [END]
  • Tega • [JENLISA FF LOKAL]
  • FOR YOU

INTERIM: Let Me See Your Smile Axel belum pernah akrab dengan manusia lain. Mereka terlalu rumit dan tidak bisa dipercaya. Ditambah dengan kepergian kakak sulungnya yang meninggalkan trauma, untuk apa Axel mengulangi kesalahan kakaknya? Cukup buku dan kucing saja pendamping setianya. Maynata, seorang gadis yang berkebalikan 180 derajat dengan Axel, muncul ke kehidupan Axel dengan cara aneh. Masih kurang, Nata meminta Axel menuliskan sebuah cerita yang ketika dibaca, pembacanya akan bilang, "Oh, ini Nata banget!" Kenal saja tidak, lalu diminta membuat cerita tentangnya? Lagian, meminta cerita yang membuat ingat pada diri sendiri? Terlalu narsis. Buat apa, sih? Berhasil mengetahui rahasia terbesar Axel membuat Axel mau tidak mau harus terikat dengan Nata untuk menjaga agar rahasianya tidak bocor. Ujungnya, ia ingin menjadi teman yang baik untuk Nata. Tapi, Nata menyembunyikan sebuah kenyataan di balik setiap tawa dan senyumnya. Kenyataan pahit yang cukup kuat mendorong Axel kembali ke dasar lautan yang gelap. Dan keinginan Nata ... menghapuskan ketakutan Axel? Kenapa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines