SuperNova

SuperNova

  • WpView
    Membaca 23
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Des 2, 2016
Sempurnanya seseorang bukan berarti membuat orang dicintainya, pasti mencintainya juga. Mungkin hanya akan membuat orang tersebut merasa tak nyaman dan tertekan. Menjadi sempurna tidak akan pernah mudah karena ketika dirimu yang terlalu sempurna, mungkin membuatmu dirimu tak terjangkau darinya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#36
future
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • [COMPLETED] 7 Days
  • You Are Different In My Eyes
  • Stupid Confession
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • My Lovely Wife
  • Love (by Yui)
  • RETAK [END]
  • dia bukan cinta pertamaku
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Happy Birthday Baekhyun

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan