Aku, Pandanganku, dan Duniaku

Aku, Pandanganku, dan Duniaku

  • WpView
    Membaca 47,640
  • WpVote
    Vote 8,379
  • WpPart
    Bab 28
WpMetadataReadLengkap Sen, Feb 6, 2023
Di tengah keramaian, ada orang-orang yang kesepian. Mereka mungkin tertawa bersamamu, membaur dalam canda. Namun jika kamu melihat mata mereka lebih dalam, kamu akan menemukan kekosongan di sana. Barangkali keramaian tak mampu mengisi rasa sepi di dalam hati mereka. Mereka berusaha mengakalinya dengan tawa, canda, dan omong kosong lainnya untuk lari dari sepi dan ketika semua itu berakhir, tak ada apa pun di sana selain sepi yang sama menyapa. Menyedihkan bukan? Namun tak lebih menyedihkan dariku, karena harus hidup berdampingan bersama mereka....
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#52
filosofis
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DENTING  [Revisi]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Give Me That Feeling
  • A Memory to Remember
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • LBK: Liliy, Biru, Kael
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan