The Unspoken Words.

The Unspoken Words.

  • WpView
    Reads 742
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 14, 2019
Ola-! Salam hangat dari gadis enam belasmu yang telah kembali ^^ Ini adalah buku berisi kumpulan kata-kata pertama ku, kritik dan saran juga sangat dibutuhkan. Buku ini berisi segala tumpahan air mata, tawa bahagia, dan tentunya-- ungkapan yang tak pernah kau dengar. Ada beberapa chapter berisi kutipan puisi milik orang lain, namun tentunya akan kuberikan credits didalamnya. Kurasa itu saja yang ingin kusampaikan, kuharap kalian menyukai dan menikmatinya. Dan kalau kalian merasakannya, tolong berikan like dan vomments untukku -! Jangan lupa follow akunku agar kita bisa berteman ^^ Jadi sekarang, selamat menikmati buku ini, teman-temanku :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Perihku Ditinggalkan
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Hanya Saja
  • Love & Pain & Motivation
  • The Green Sketchbook [END]
  • FRIENDzone (Completed)
  • My Second Life (Completed)
  • Breathe

"Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab, bagaimana caranya ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/22]

More details
WpActionLinkContent Guidelines