KEASYIKAN MAIN GAME

KEASYIKAN MAIN GAME

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 18, 2016
Nama saya bintang,saya sangat suka bermain game,yang biasa disebut orang sebagai Gamer's.Aku setiap hari selalu bermain game kalau sehari saja tidak main game rasanya ada saja yang mengganjal di hati ku. Pada suatu hari tepatnya pada hari rabu tanggal 14 november aku di beri tugas oleh guru ku dan tugas itu cukup banyak.Pada saat aku mau mengerjakan tugas itu tiba-tiba kedua temanku yang bernama Andi dan Faiz datang ke rumahku dan mengajak ku main game di warnet dekat rumah ku. " bintang ,ayo main game di warnet"? kata temanku Andi. " Tapi aku mau mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru ku" ucap ku pada Andi. "Mengerjakan tugasnya nanti malam saja bintang" kata temanku Faiz. "Okelah,ayo kita ke warnet sekarang" ucap ku kepada kedua temanku. Kami bertiga pun berjalan menuju warnet.Kami bermain game di warnet sampai sore hari. Malam hari nya aku juga tidak sempat mengerjakan tugas itu karena aku sudah capek main game di warnet tadi sore.Aku pun langsung menuju kamar ku untuk tidur. Keesokan harinya aku ditanya oleh guruku yang memberikan tugas kemarin di sekolah. "Fred,mana tugas yang bapak berikan"? Tanya guruku kepada ku. " Maaf pak guru buku saya ketinggalan di rumah" Ucap ku memberikan alasan pada guru ku. Dan guruku dengan wajah kesal menghukum ku untuk berdiri di depan kelas.Aku pun mulai berjalan ke depan kelas dengan rasa malu sampai akhir pelajaran.Sejak kejadian itu aku mulai mengurangi waktu main game dan selalu mengerjakan tugas dari guru ku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bawa Aku Pulang (End)
  • Pretty Careless
  • serpihan hati
  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • jika bisa memilih
  • Danielza
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • Cinta Berbentuk Persegi [END]
  • Kisah Yang Tak Berakhir
  • Transmigrated as twins

By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines