Pendekar Baja 212

Pendekar Baja 212

  • WpView
    Reads 752
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing1h 43m
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 8, 2017
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Sipnosis Awal mula dari bangkitnya superhero pendekar baja series di Nusantara. Cerita kali ini mengisahkan tentang pemuda genius keturunan ningrat yang bertarung melawan para monster yang menginvasi Jakarta. Akan tetapi para monster itu ternyata punya ideologi dan keyakinan yang berbeda-beda soal keadilan dan kemanusiaan. Apa yang akan dilakukan Pendekar Badja 212 untuk mengalahkan para monster cerdas tersebut? Genre : Action, Drama, sci-fi, supranatural, mystery,thriller, Mecha, Superhero, Martial Art, psycho R : 18 + (Warning) mengandung konten dewasa, yang masih dibawah umur silahkan cari cerita superhero lain :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Tak Bernama
  • PELUANG: MotoGP Uzair Abedeen
  • Looking For The End
  • The Lonely Millionaire Volume 1
  • "Nowhere"
  • BABY ANGEL || Junkyu
  • DUNIA EKSPERIMEN

"Aku tak pernah lupa. Dan aku tahu... kau pun masih ingat aku." - dari sepucuk surat yang mengubah segalanya. Aira tidak pernah menyangka hidupnya yang tenang akan bertukar menjadi mimpi ngeri hanya kerana satu surat. Pada mulanya, ia hanya dianggap surat dari seorang peminat rahsia. Tapi apabila gangguan demi gangguan mula berlaku, Aira tahu - ini bukan gurauan cinta biasa. Bersama dua insan yang mencintainya diam-diam, Izz dan Zafran, Aira cuba menjejak penulis surat misteri itu. Namun semakin dalam mereka menyelam, semakin kelam rahsia yang tersingkap. Satu demi satu gadis menjadi mangsa. Dan semua petunjuk membawa kepada satu nama - seseorang dari masa silam yang tak pernah benar-benar pergi. Siapakah 'aku' di sebalik surat-surat itu? Dan mampukah Aira lari sebelum semuanya terlambat? Kerana kadangkala... cinta yang tak diluahkan bisa menjelma menjadi obsesi yang membunuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines