Replacement Wife

Replacement Wife

  • WpView
    Reads 729,417
  • WpVote
    Votes 35,389
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 3, 2016
REVISI (BEBERAPA PART DIHAPUS) Jenita hanya mengernyit tak mengerti kenapa ia harus memakai pakaian seperti itu. Harusnya ia memakai pakaian yang sama seperti yang dipakai bundanya karena ia adiknya mempelai perempuan, tapi kenapa ini beda? Belum lagi dengan make-up tebal yang melumuri wajahnya dan untaian melati yang memenuhi rambutnya yang disanggul. "Mas eh mbak eh Seus, kenapa saya dipakaikan baju seperti ini? Seharusnya inikan dipakai sama Neta?" Meskipun tak pernah menghadiri akad nikah tapi Nita tak terlalu oon untuk paham dengan pakaian yang dipakainya. Tiba-tiba suara dari lantai bawah bagai petir menghantam telinga Jenita. "Saya terima nikah dan kawinnya Jenita Andriani binti Jamil Suryana dengan maskawin tersebut dibayar tunai!". #merisusan BEBERAPA PART DI PRIVATE, FOLLOW PENULIS UNTUK MEMBACA KESELURUHAN PART
All Rights Reserved
#822
roman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Baby's Contract✓
  • Mistake [SELESAI]
  • Kesana Kemari Tahunya Kamu (END)
  • Perjaka Kamar Sebelah 21+
  • TERRAFIYA'S CHOICE (OPEN PO)
  • Peran Ayah Pengganti
  • His touch, Her desire
  • LOVE IS A MIRACLE ( MIRACLE SERIES #1) ( TELAH TERBIT )
  • Setulus Kasihmu (End)

Cerita ini sudah tamat dan bisa kalian dapatkan versi lengkapnya di Karyakarsa kataromchick atau versi ebook di google playbook 'Faitna YA'. ~~~~ Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines