Sepucuk Dandelion

Sepucuk Dandelion

  • WpView
    Reads 163
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 15, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Gadis itu jalan dengan tergesa-gesa. Pikirannya campur aduk. Semuanya terasa tak nyata baginya. Gadis itu menghentikan kakinya yang tadi sedang berjalan, ia menatap tajam lelaki di ujung sana. "Lo-" ucapannya terpotong karena tangisannya pecah. Ia mengusap air matanya, gadis itu kembali berjalan. Tetapi kali ini dengan perlahan. Dan berhenti di depan lelaki itu, "Lo! Gara-gara lo gue bukan lagi jadi Bunga Matahari. Arrrrgh lo udah ngubah semuanya! Gue udah lesu, gue udah jelek kaya bungan Dandelion!" Lelaki itu menatap gadis yang sedang meracau di depannya dengan tatapan tenang, "Saya- PLAK "Nggak usah banyak ceng-cong." Dengan satu tamparan yang sudah mendarat dipipi lelaki itu, pertanda akhirnya percakapan mereka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVANSA [Completed]
  • GHAVARI
  • Aksara Lingga
  • Narasi patah hati
  • Angel(o)
  • Let's Make A Happy Marriage
  • Diagnosis: Harapan [MS 1]
  • VINDEYLI
  • K I N G [Completed]

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines