Sepucuk Dandelion

Sepucuk Dandelion

  • WpView
    Lecturas 163
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, abr 15, 2017
WpInfo
Ficción
Romance
Gadis itu jalan dengan tergesa-gesa. Pikirannya campur aduk. Semuanya terasa tak nyata baginya. Gadis itu menghentikan kakinya yang tadi sedang berjalan, ia menatap tajam lelaki di ujung sana. "Lo-" ucapannya terpotong karena tangisannya pecah. Ia mengusap air matanya, gadis itu kembali berjalan. Tetapi kali ini dengan perlahan. Dan berhenti di depan lelaki itu, "Lo! Gara-gara lo gue bukan lagi jadi Bunga Matahari. Arrrrgh lo udah ngubah semuanya! Gue udah lesu, gue udah jelek kaya bungan Dandelion!" Lelaki itu menatap gadis yang sedang meracau di depannya dengan tatapan tenang, "Saya- PLAK "Nggak usah banyak ceng-cong." Dengan satu tamparan yang sudah mendarat dipipi lelaki itu, pertanda akhirnya percakapan mereka.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Aksara Lingga
  • K I N G [Completed]
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Cinta setelah Cinta
  • Angel(o)
  • Keano
  • Let's Make A Happy Marriage
  • VINDEYLI

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido