AMARANTHINE

AMARANTHINE

  • WpView
    Reads 322
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 11, 2016
To: Dante From: Airish 8 December 2016. Semoga kamu ada waktu untuk membuka email ini. Dan mungkin ketika kamu membaca email ini, kita telah menempuh jalan hidup masing-masing. Aku tanpa kamu. Kamu tanpa aku. Hari itu ketika aku sadar, aku bukan lagi tujuan hidupmu, aku memberanikan diri untuk melangkah keluar dari hidupmu. Jika kamu bertanya apakah yg aku lakukan ini menyakitiku? Sangat sakit. Tapi, kamu tidak pernah melontarkan pertanyaan apapun padaku dan hanya melihatku melangkah pergi membawa kenangan kita. 12bulan kita berbagi semuanya. Cinta, tawa, tangis, kebahagiaan, kesedihan, keterpurukan, mimpi, harapan dan kekosongan. Bukan hal yg mudah membawa semua kenangan itu sendirian. Semakin aku melangkah menjauh, semakin sakit. Setiap langkahku dihujam ranjau kenangan kita. Aku ingin kembali. Tapi, ketika aku menoleh, kamu sudah tidak lagi berada di tempatmu. Sosokmu telah digantikan kabut tebal. Dan kamu membiarkanku memikul kenangan kita sendirian. Aku selalu mendoakan kebahagiaanmu. Bersama siapapun itu. Hingga aku melupakan kebahagiaanku sendiri. Aku harap kamu menjalankan hidupmu dengan baik. Aku akan selalu melihatmu disini. Di tempat aku berdiri bersama kenangan kita. Bahkan hingga kapanpun tidak akan berubah. Aku masih akan tetap disini.
All Rights Reserved
#93
btslokal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • FORGIVE ME [PJM] COMPLETE
  • "So She Would Live" (The End)✓✓
  • ONE HAND || TAEHYUNG BTS & SUJEONG LOVELYZ (TAEJEONG)
  • THE TRUTH ABOUT FOREVER [TAEJIN VER.] ✔
  • UNCOVER (JINKOOK) END
  • Be With You(Slow)
  • WAS
  • LATE.. [END]

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines