Miss Your Smile

Miss Your Smile

  • WpView
    LECTURAS 664
  • WpVote
    Votos 40
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadConcluida mié, abr 4, 2018
WpInfo
Fanfic
Bell adalah gadis masa kecil Ali yang sangat ia jaga. Yang sangat ia sayangi. Dan yang sangat dirindukan Ali. Ali sangat sangat merindukan Bell. Terlalu berlebihan menyebutnya. Tapi memang begitu nyatanya. Namun ada beberapa tempat mereka sering bertemu, tapi tidak saling mengetahui dan tidak sadar. Tidak ada yang bisa meluluhkan hati Ali kecuali Bell. Tapi, disaat seorang gadis bernama Prilly hadir. Ali seperti merasakan sosok Bell nya telah kembali. Namun bagaimana dengan Bell? Apakah posisi Bell telah diganti oleh sosok gadis yang bernama Prilly?
Todos los derechos reservados
#121
recomended
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Stay (Away)
  • Ali Alfikri [Selesai]
  • Chance
  • Learn To Love
  • Si Cupu Pujaan Hati
  • BUKTI ✔
  • Love to Change Everything (PRIVATE-EDITING)
  • Hanya Padamu (Aliando Prilly Story) -END-
  • Bidadari Senja [End]
  • Prilly, I love you! | END

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido