Bunga-bunga Makrifat

Bunga-bunga Makrifat

  • WpView
    Reads 146
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 29, 2016
Tak ada satupun hati yang bisa bertahan dalam kesendirian. Tak ada satupun raga yg bisa hidup tanpa jiwa. Seperti halnya malam yang tak akan pernah sempurna tanpa siang. Tapi.. Bukankah kita hanya perlu tunduk pada perintah langit? Berhenti jika harus berhenti dan maju jika harus berjalan? Bagaimana jika hati bersikap egois dan ingin memilih? Antara tetap berjalan atau berhenti?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐃𝐔𝐊𝐀 ✔
  • ABOUT LIFE
  • SUATU PAGI DI ROROS
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Ternyata Takdirku adalah Kamu
  • Our Journey To Love
  • VAMPIRE GIRL (LUPUS)
  • Titik Yang Benar
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Rintik Terakhir

Rasa rindu dalam hati... Ada kalanya kita merasa lelah akan semua masalah dalam hidup. Ada kalanya pula kita terlalu berbahagia dengan apa yang sudah berhasil kita raih. Namun, apakah semua itu cukup untuk menghentikan rasa rindu ini? Rindu yang kapan saja menyiksa hati. Rindu yang kapan saja selalu menorehkan luka. Kehilangan adalah pelajaran paling penting yang kita raih setelah menyia-nyiakan. Bukan ingin sok pintar atau sok memahami, namun apakah kita pernah menyadari saat perlahan seseorang yang kita sia-siakan pergi? Apakah kita bisa mengetahuinya secara langsung dan menghentikannya? Jawabannya tidak. Hanya satu yang harus kita tahu... Hati memang pemilih dan pemilik mental terbaik. Namun jika sekali saja tertoreh sebuah luka di dalamnya, maka sampai kapan pun luka itu tidak akan pernah sembuh. Sekuat apapun berusaha dan sekuat apapun kita menyembuhkannya. Hingga pada akhirnya, air mata pun tidak bisa lagi menggambarkan rasa sakit itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines