TRISKAIDEKA

TRISKAIDEKA

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 3, 2016
WpInfo
Fiction
Mystery
Apa yang salah dengan rasa takut? Setiap orang terlahir beserta ketakutan yang melingkupinya. Dia, namanya Trisy ... bukan gadis gila. Namun, orang terlanjur mengecap dia gila karena sebuah fobia, siapa sangka angka 13 malah membawa trauma? Sayangnya, lelaki yang hadir dalam hidupnya malah menggenapkan kekhawatiran. Sanggupkah ia mengusir pikiran buruk tentang angka itu? Atau ia akan terjerembap semakin dalam? Cover by : Nanae Zha
All Rights Reserved
#72
fobia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Come Back to Me (Completed)
  • Song For you || Faya || [Finished]
  • Nada sumbang (End)
  • OBSESSION : (One-Shoot)
  • DANGEROUS GAME (Oneshoot)
  • B E R L I A N
  • Welcome Home
  • Darkness Over You

Siang itu cerah. Tak ada setitik awanpun disana. Pandangannya teralih, dan jatuh pada seorang pria yang baru datang dari parkiran. Tinggi, dan putih. Tipe idealnya. Tak lama, wajah kaku itu berhias senyum sinis. Matanya mengikuti kemanapun pria itu pergi. Sudah lama Zania memperhatikan pria di bawah sana. Namanya Vian mahasiswa jurusan musik. Awalnya dia pikir pria itu masuk dalam tipe idealnya. Tapi tidak! Pria itu tengil, menyebalkan dan sering menggunakan bahasa antah berantah yang Zania sendiri tak tau apa maksudnya. Satu lagi, pria itu tak punya otak. Kelakuannya yang sembrono dan tak pernah serius benar-benar membuat gadis itu ilfell. "Woy! Disini lagi? Jangan-jangan lo cucunya setan penunggu jembatan ini!" Suara seorang pria mengusik telinganya. Membuat gadis itu mau tak mau harus menengok. Vian. Seperti tebakannya. Tak ada orang lain yang lebih nggak jelas dari pria di hadapannya sekarang. Bukan spacenya untuk meladeni pria macam ini. Gadis itu berbalik, lalu beranjak pergi. "Woy! Gue ngomong sama lo kali! Bukan sama balkon" teriak pria itu menghentikan langkah Zania "Mending lo ngomong sama balkon aja. Mungkin dia lebih paham bahasa planet lo" ucap gadis itu tanpa menoleh. Hanya sebentar, lalu segera kembali berjalan. Vian hanya tersenyum masam. Terus memperhatikan punggung gadis itu yang mulai menghilang. * * * Tanpa di duga, sebuah hari tiba. Memutar balikkan persepsi gadis itu tentang seorang Vian. Gadis itu jatuh cinta terlalu dalam. Sampai saat masa lalunya kembali datang. Mengacaukan kisah cintanya yang sekarang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines