We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mozaik Kenangan

Mozaik Kenangan

  • WpView
    Reads 887
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 14, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Sarah merasa sangat bahagia dengan kehidupan yang dijalaninya. Punya tunangan yang tampan, lembut, dan memujanya. Dikelilingi sahabat-sahabat yang penuh perhatian. Paman dan bibi yang sangat menyayanginya seperti orang tua kandung. Menjalani dua pekerjaan yang dicintainya. Semua terasa begitu sempurna, sampai kemudian dia bertemu dengan seorang pria yang menjungkir balikkan segalanya. Pria itu mengenalkannya dengan sebuah dunia yang hampir saja dilupakannya dahulu. Dunia Sarah yang sebenarnya. Terguncang oleh kenyataan yang tiba-tiba menyergap. Sarah limbung. Tidak tahu harus berpegang pada realita yang mana. Hampir tak kuasa menolak gejolak hati yang dirasakannya , Sarah bimbang. Haruskah dia meninggalkan semuanya dan memilih pria asing yang muncul tiba-tiba itu? Ataukah dia tetap bertahan dengan kesempurnaan yang sudah dijalaninya dan membohongi perasaannya sendiri?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jane [OPEN PO]
  • RUMORS [END]
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Love Mistake
  • Revenge [End]
  • Gue, Matcha dan si Mantan Stalker
  • See Me !! || The Truffatore #1 (COMPLETE)
  • FOREVER YOURS REGARDLESS

"Aku tak tahu apa yang telah kau perbuat padaku, saat kau mengirimku surat pertemuan wawancara kita, aku langsung tertarik mencari data dirimu. Kata-kata mu yang terlalu irit selalu saja membuatku bertanya pada diriku sendiri. Jane, tolong katakan apa kau merasakan hal yang sama?" Tidak. Aku pasti sedang bermimpi. Tak mungkin seorang pria berusia tigapuluhdua tahun yang tampan dan sukses sepertinya menyukaiku. Aku hanya seorang gadis tujuhbelastahun yang berwajah kampungan, bertubuh gempal dan berpenampilan udik. Sungguh, mataku saja tak pantas menatap mata jernihnya. Bagaimana bisa semua ini nyata? "Tidak, aku tak bisa mempercayaimu." aku memilih mengelak daripada aku harus terluka. [18+]

More details
WpActionLinkContent Guidelines