Story cover for Mozaik Kenangan by titi_keke
Mozaik Kenangan
  • WpView
    Reads 880
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 880
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Nov 22, 2016
Mature
Sarah merasa sangat bahagia dengan kehidupan yang dijalaninya. Punya tunangan yang tampan, lembut, dan memujanya. Dikelilingi sahabat-sahabat yang penuh perhatian. Paman dan bibi yang sangat menyayanginya seperti orang tua kandung. Menjalani dua pekerjaan yang dicintainya. Semua terasa begitu sempurna, sampai kemudian dia bertemu dengan seorang pria yang menjungkir balikkan segalanya. 

Pria itu mengenalkannya dengan sebuah dunia yang hampir saja dilupakannya dahulu. Dunia Sarah yang sebenarnya. Terguncang oleh kenyataan yang tiba-tiba menyergap. Sarah limbung. Tidak tahu harus berpegang pada realita yang mana. 

Hampir tak kuasa menolak gejolak hati yang dirasakannya ,  Sarah bimbang. Haruskah dia meninggalkan semuanya dan memilih pria asing yang muncul tiba-tiba itu? Ataukah dia tetap bertahan dengan kesempurnaan yang sudah dijalaninya dan membohongi perasaannya sendiri?
All Rights Reserved
Sign up to add Mozaik Kenangan to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Jane [OPEN PO] cover
HAPPIEST WOUND (SELESAI)✅ cover
See Me !! || The Truffatore #1 (COMPLETE) cover
Love In Paris (COMPLETED) cover
MY HOPE IS YOU (END) cover
Revenge [End] cover
Kembali cover
RUMORS [END] cover

Jane [OPEN PO]

69 parts Complete Mature

"Aku tak tahu apa yang telah kau perbuat padaku, saat kau mengirimku surat pertemuan wawancara kita, aku langsung tertarik mencari data dirimu. Kata-kata mu yang terlalu irit selalu saja membuatku bertanya pada diriku sendiri. Jane, tolong katakan apa kau merasakan hal yang sama?" Tidak. Aku pasti sedang bermimpi. Tak mungkin seorang pria berusia tigapuluhdua tahun yang tampan dan sukses sepertinya menyukaiku. Aku hanya seorang gadis tujuhbelastahun yang berwajah kampungan, bertubuh gempal dan berpenampilan udik. Sungguh, mataku saja tak pantas menatap mata jernihnya. Bagaimana bisa semua ini nyata? "Tidak, aku tak bisa mempercayaimu." aku memilih mengelak daripada aku harus terluka. [18+]