We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
MR. PHOBIA

MR. PHOBIA

  • WpView
    Reads 141,726
  • WpVote
    Votes 10,550
  • WpPart
    Parts 57
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 19, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
 Ruangan terkunci  Gelap  Hujan  Api  Menyetir  Suara Ambulance  Rumah sakit  Darah *** Raiden Hershel Ganendra, takut pada semua hal itu. Kebenciannya pada banyak hal, menyebabkan ia tidak bisa menahan emosinya dan berakhir pada ketakutan yang luar biasa. Seringkali dia bahkan merasa akan berada di ujung kematian jika ketakutan itu menyerangnya. Semuanya berawal dari 17 tahun yang lalu. Sejak hari itu, Ray yang hanya seorang anak biasa berubah menjadi seorang anak yang sangat sulit untuk di dekati. Hari itu, Ray hidup tapi dia 'MATI'. *** "Tidak hanya satu. Tapi dia mempunyai banyak ketakutan di dalam dirinya. Lelaki itu - membutuhkanku" - Anjani Balqis Damara -
All Rights Reserved
#291
melodrama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FRAGMENT (From ALTERITY)
  • Bersamamu
  • RadenRatih
  • FANTASTIC LOVE! (TAMAT)
  • Noda dalam Cinta
  • HAZKI ; Danendra's Little Angel [✓]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • GRIZELLE [Completed]

"Dalam dunia yang tampak nyata, ia hanya bayangan yang menunggu dipecahkan." Di balik tirai dunia yang tampak biasa, tersembunyi kehidupan seorang remaja yang tak pernah benar-benar menjadi miliknya sendiri. Ia tumbuh dalam pusaran rahasia, dibentuk oleh intrik dan kepalsuan yang menjalar dari akar keluarganya. Langkah-langkahnya diawasi. Suaranya dibungkam oleh kewajiban. Jiwanya? Terbelah... antara hitam dan putih yang tak pernah ia pilih. Ia hidup-bukan karena ingin, tapi karena satu kata: peduli. 🕯️ "Kadang, bertahan hidup adalah bentuk lain dari menyerah yang disamarkan." Namun segalanya mulai retak saat ia bertemu seseorang. Bukan pahlawan. Bukan penyelamat. Hanya satu jiwa lain... yang perlahan mengajaknya bernapas sebagai dirinya sendiri. Dinding-dinding yang selama ini membelenggu, mulai pecah. Tawa. Tangis. Cinta. Hadir seperti pecahan kaca-indah, menyakitkan, menyilaukan. Tapi dunia tak pernah sesederhana itu. Apa arti kehidupan, bila dibangun di atas kebohongan? Apa makna cinta, jika tumbuh dari tanah yang tak jujur? Saat rahasia mulai menampakkan wajahnya, dan kepercayaan berguguran satu per satu, ia harus memilih: 🔻 Melanjutkan fragmen kehidupan yang mulai ia cintai... 🔺 atau menelusuri puing-puing masa lalu yang bisa menghancurkan semuanya. "Sebab kadang, untuk menemukan cahaya, kita harus berani menghadap bayangan kita sendiri."

More details
WpActionLinkContent Guidelines