Hurt Frienship

Hurt Frienship

  • WpView
    LECTURES 60
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., déc. 9, 2016
Naya adalah seorang pemain badminton yang handal, gadis tomboy tetapi cantik ini harus merasakan sakitnya cinta yang bertepuk sebelah tangan pada sahabatnya sendiri "Gue gatau rasanya jatuh cinta karna gue sendiri gak pernah ngalamin hal kaya gitu"ucap batin Naya sembari memikirkan kejadian yang telah terjadi beberapa hari ini -Fenarrya Karrahani Moserah "Apa mungkin gue jatuh cinta sama Haykal?ga mungkin ga mungkin"Laura mengusap wajahnya dengan kasar "gamungkin gue cinta sama Haykal,tapi setiap kali ada dideket dia gue ngerasa deg deg an"Laura membayangkan momen momen yang telah ia lewati beberapa hari ini bersama Haykal -Laura iriska Ia tersenyum karna mengingat kegiatannya hari ini bersama perempuan itu sambil menatap langit kamarnya dia bergumam"gue rasa gue mulai jatuh cinta sama dia" -Haykal Raja Federon
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Gamang
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • Felicity [On Going]
  • my story
  • Basket dan Voly
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • Best Friend (NAVISA)
  • 𝘖𝘯𝘭𝘺 𝘠𝘰𝘶 (END)
Gamang

"Jangan suka sama gue" Hening mengambang diantara kami berdua, membuat suasana semakin terasa menyesakan. "Maksud lo?" "Jangan suka sama gue Ris" "Lo temen gue, lo bahkan yang bikin gue berhasil dapetin cewe yang gue mau dari dulu. Jangan ngehancurin itu semua Ris. Tolong" Aku tergagap di tempat, bingung harus bereaksi apa. Tapi rasa panas di pelupuk mata tak bisa aku abaikan begitu saja. Sakit rasanya mendengar kata yang selalu aku bisikan di setiap hari nya. Harus aku dengar dari dia yang menjadi penyebab nya. Aku menarik nafas panjang, dan menghembuskan nya perlahan. Mencoba menghilangkan sesak yang seolah membakar. "Iya, lo tenang aja. Gue-" kembali, aku menarik nafas dan menghembuskan nya pelan "Gue gak akan ganggu hubungan kalian. Gue sadar, tugas gue cukup sampai bikin kalian jadian. Lo temen gue, Keira sahabat gue. Gue faham Lang. Maaf kalo perasaan gue bikin lo gak tenang" Kalimat itu aku ucapkan dengan lugas. Tak ada ragu dan seolah memang itu yang aku mau. Tapi tidak, tidak dengan keadaan hati ku yang terasa sendu. Sejak awal, harusnya mereka yang menjadi pemeran utama. Ilalang dan Keira. Di pertemukan untuk bersama. Bukan dengan ku, tokoh sampingan yang seharusnya tau batasan.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu