"Magic Camera"

"Magic Camera"

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 2, 2018
*please don't copy my story* This my first story Sepi.... Dingin.... Sunyi.... Yup, itulah yang digambarkan untuk kehidupan mia frisclla sasamea, gadis manis yang sangat kesepian.yah awalnya hidup mia bahagia dengan kehangatan bersama semua orang yg dicintainya.karna sebuah kejadian di masa lalunya lah yang menyebabkannya Harus tinggal dengan kesunyian di hatinya tanpa kehangatan. Tapi..... Saat hari ulangtahunnya, ia mendapatkan sebuah paket misterius yg akan menggubah hidupnya...... Apakah isi dari paket tersebut?? Apa yang akan terjadi pada mia selanjutnya? Apakah ia akan mendapatkan kebahagiaanya kembali???^.^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa di Dunia yang Terlupakan
  • THE SECOND ENDING [END]
  • WIZARD (Broken Butterfly) END
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • Olif from Dejua
  • Behind the Chill of the Night Wind (HIATUS)
  • PEWARIS CINCIN KUTUKAN
  • My Duchess / End

Di ujung lorong dunia yang tak terjamah peta, berdirilah sebuah restoran kecil-hangat, remang, dan ajaib. Tak ada papan nama, tak ada antrean manusia. Namun malam demi malam, kursi-kursi kayu diisi oleh tamu-tamu dari kisah yang terlupakan: Banshee yang menangis dalam diam, Putri Duyung yang kehilangan nada, Gumiho yang menyembunyikan luka, hingga dewa bersayap yang tak sanggup berbicara. Di balik meja dapur, seorang pria memasak bukan untuk perut, melainkan untuk jiwa. Ia tak banyak bicara, namun masakannya menampung kisah dan luka mereka. Di sisinya, seorang wanita bernama Lyra menjadi jembatan antara dunia manusia dan dunia magis-seorang penjaga rasa dan kenangan. Namun restoran ini menyimpan rahasia. Pembayaran tak datang dalam bentuk uang, melainkan item magis penuh arti-dan semakin banyak yang datang, semakin besar bayangan yang menanti. Dulu mereka memasak hanya untuk bertahan hidup. Kini, mereka menyajikan rasa untuk makhluk yang bahkan dunia pun enggan mengingat. Namun... Sampai kapan tempat ini akan bertahan? Dan ketika rasa tak lagi cukup, siapa yang akan memberi arti pada dunia yang perlahan melupakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines