Sunset Puncak Bromo

Sunset Puncak Bromo

  • WpView
    Reads 254
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 31, 2019
Based on true story Yola kini sudah pakai 3 lapis mantel. Belum lagi baju tebal yang ia pakai. Mungkin hampir 6 lapis jika dihitung. "Aku sama siapa za?" "Sama aku aja nih yuk" "Gak deh sama ilham aja" Melihatnya cemberut, Yola tertawa tipis. Tanpa sadar, Yola telah duduk di bangku motor itu. Reza kini bernafas lega karna kekasihnya tak jadi berboncengan dengan sepupunya sendiri . . Dingin Berbisik Menusuk . Mungkin itu yang Reza rasakan. Selapis baju dan jaketnya tak akan mampu menahan dinginnya puncak. Yola yang berlapis lapis bak kue bolu saja masih kedinginan, apalagi dia. Ia meniup dan mengusap tangannya berulang kali. Kurasa tangannya mulai membeku akibat cuaca dingin pagi itu, ditambah hujan pula. "Za, liat tangannya" "Apa?" "Tangan" "In..." PLUKK sarung tangan Yola berpindah ke Reza. "loh kok?" "biar ga kedinginan. Kamu satu aku satu. Biar setengah setengah dinginnya HAHAHHAHA" Deg Reza tertawa melihat tingkah Yola yang tak bisa di tebak itu "eh awasss zaa...."
All Rights Reserved
#76
riau
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • BROKEN HEART [END]
  • Converge With You [On Going]
  • Markxelio
  • Arsyilazka
  • LDR
  • My Boyfriend Is Like Ice
  • K I N G [Completed]
  • Narasi patah hati
  • Let's Make A Happy Marriage

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines