Destiny
  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 30, 2017
'Jika dia ditakdirkan untukmu dia pasti akan kembali kepadamu bahkan malaikatpun tak dapat mengelaknya' kata-kata itu selalu terngiang di kepalaku. Akan kah kita bertemu kembali ataukah kita hanya dipertemukan sebagai pelajaran hidup? Namun aku merasa cocok denganmu, kita serasi, mengobrolpun kita bisa paham satu sama lain. Kau berbeda, kau tidak seperti yang lainnya, itu mengapa aku memilihmu. Apa daya, dunia tak menyetujui kita 'sekarang' entah hanya untuk 'sekarang' atau hingga 'seterusnya'. Susah payah kita usahakan untuk bersama namun selalu saja terpisah. Hati kita menyatu, namun semuanya memisah yang sudah menjadi satu. Ini bukan salahmu ataupun salahku, jangan saling menyalahkan dan meminta maaf. Karena betul, semua ini adalah rahasia waktu yang hanya dapat kita tunggu dan kita jalani hingga terungkap jawabannya. -raya-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • Golden Blossoms (End)
  • Dear Future (new version)
  • The Time That I Loved You -> K.J.I
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • I'm okay (END)
  • The Kidnapper

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines