A Until Z

A Until Z

  • WpView
    LECTURES 45
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., sept. 11, 2018
Tidak seharusnya Dini menunggu seperti ini. Tidak seharusnya Dini diam sambil memandangi kopi hangatnya bak kopi itu mampu mereflesikan apa yang kini ia rasakan. Tidak seharusnya Dini berharap bahwa Aruna akan datang ketempat ini, cafè yang menjadi favorit keduanya. Aruna hilang dari kehidupanya dua tahun yang lalu... Namun, menunggu Aruna memanglah hal terakhir Dini inginkan. Dan disaat itulah Dini tak menyadari sebetapa ngilunya hati seorang remaja laki-laki yang kini tengah memperhatikannya dari arah jam sembilan. Dia tulus mencintai Dini, yang bodohnya Dini hiraukan begitu saja. Laki-laki itu sadar, Dini memang benar-benar tidak menginginkannya. Dini menginginkan Aruna, bukan dirinya. Oleh sebab itu, ia pergi, membiarkan Dini dibutakan oleh bayang-bayang Aruna. Tapi sayangnya, dia hanya bisa bertahan. Dini adalah mawarnya, mawar yang harus dia jaga walaupun dia tak mampu menyentuhnya. Bagi Dini, Aruna adalah kata lain dari rindu. Bagi Aruna, Dini adalah kata lain dari masa lalu. Bagi Zarion, Dini adalah kata lain dari luka. *** Aku harap Aruna asli membacanya (:
Tous Droits Réservés
#403
aruna
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Puing luka
  • TACENDA
  • ALATAS
  • coward
  • Janji Untuk Aluna
  • Deru Tresna Aruna
  • TIME TO LEAVE [TAMAT] ✔️
  • Behind Bullying [END]

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu