A Until Z

A Until Z

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 11, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Tidak seharusnya Dini menunggu seperti ini. Tidak seharusnya Dini diam sambil memandangi kopi hangatnya bak kopi itu mampu mereflesikan apa yang kini ia rasakan. Tidak seharusnya Dini berharap bahwa Aruna akan datang ketempat ini, cafè yang menjadi favorit keduanya. Aruna hilang dari kehidupanya dua tahun yang lalu... Namun, menunggu Aruna memanglah hal terakhir Dini inginkan. Dan disaat itulah Dini tak menyadari sebetapa ngilunya hati seorang remaja laki-laki yang kini tengah memperhatikannya dari arah jam sembilan. Dia tulus mencintai Dini, yang bodohnya Dini hiraukan begitu saja. Laki-laki itu sadar, Dini memang benar-benar tidak menginginkannya. Dini menginginkan Aruna, bukan dirinya. Oleh sebab itu, ia pergi, membiarkan Dini dibutakan oleh bayang-bayang Aruna. Tapi sayangnya, dia hanya bisa bertahan. Dini adalah mawarnya, mawar yang harus dia jaga walaupun dia tak mampu menyentuhnya. Bagi Dini, Aruna adalah kata lain dari rindu. Bagi Aruna, Dini adalah kata lain dari masa lalu. Bagi Zarion, Dini adalah kata lain dari luka. *** Aku harap Aruna asli membacanya (:
All Rights Reserved
#368
aruna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stumbled Into You
  • TACENDA
  • RION IS MY MANTAN!
  • GARIS SUNYI YANG BERTAUT
  • ALATAS
  • coward
  • Waktu?
  • Waiting Without A Promise
  • Aruna (Terjerat Cinta Dan Benci)

Keputusan Arrisa Andriani Lekha untuk hidup mandiri seharusnya menjadi awal dari lembaran baru yang penuh ketenangan. Namun, semuanya berubah saat ia tanpa sengaja berkenalan dengan tetangga barunya-seorang pilot muda dengan aura dingin dan tatapan tajam, Gion Zevigo Athara. Hari pertama di apartemen barunya, Arrisa sudah harus menanggung malu di hadapan pria itu. Sialnya, seolah takdir gemar mempermainkan dirinya, setiap kali bertemu Gion, pasti ada saja insiden memalukan yang terjadi. Dari tersandung kabel, menjatuhkan belanjaan, hingga hampir terjungkal di tangga-semuanya terjadi di hadapan pria yang kini ia beri label **"cowok ijo neon"** karena sikapnya yang mencolok sekaligus menyebalkan. Namun, seiring berjalannya waktu, tatapan tajam Gion yang dulu terasa dingin mulai tampak berbeda di mata Arrisa. Kata-kata datarnya yang dulu mengesalkan justru kini terdengar menenangkan. Dan sialnya lagi, ada sesuatu di dalam hatinya yang mulai bergetar setiap kali pria itu berada di dekatnya. Lalu bagaimana jika hati yang dulu penuh kebencian perlahan berubah menjadi debar yang tak bisa ia kendalikan? Mungkinkah benang merah takdir telah mengikat mereka lebih kuat dari yang Arrisa kira?

More details
WpActionLinkContent Guidelines