A Until Z

A Until Z

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 11, 2018
Tidak seharusnya Dini menunggu seperti ini. Tidak seharusnya Dini diam sambil memandangi kopi hangatnya bak kopi itu mampu mereflesikan apa yang kini ia rasakan. Tidak seharusnya Dini berharap bahwa Aruna akan datang ketempat ini, cafè yang menjadi favorit keduanya. Aruna hilang dari kehidupanya dua tahun yang lalu... Namun, menunggu Aruna memanglah hal terakhir Dini inginkan. Dan disaat itulah Dini tak menyadari sebetapa ngilunya hati seorang remaja laki-laki yang kini tengah memperhatikannya dari arah jam sembilan. Dia tulus mencintai Dini, yang bodohnya Dini hiraukan begitu saja. Laki-laki itu sadar, Dini memang benar-benar tidak menginginkannya. Dini menginginkan Aruna, bukan dirinya. Oleh sebab itu, ia pergi, membiarkan Dini dibutakan oleh bayang-bayang Aruna. Tapi sayangnya, dia hanya bisa bertahan. Dini adalah mawarnya, mawar yang harus dia jaga walaupun dia tak mampu menyentuhnya. Bagi Dini, Aruna adalah kata lain dari rindu. Bagi Aruna, Dini adalah kata lain dari masa lalu. Bagi Zarion, Dini adalah kata lain dari luka. *** Aku harap Aruna asli membacanya (:
All Rights Reserved
#338
aruna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Janji Untuk Aluna
  • Aruna (Terjerat Cinta Dan Benci)
  • Deru Tresna Aruna
  • TACENDA
  • Behind Bullying [END]
  • coward
  • Kopi pahitku
  • TIME TO LEAVE [TAMAT] ✔️
  • GARIS SUNYI YANG BERTAUT

"Vin, aku putus sama Bara!" ungkap Aluna memberanikan diri berbicara pada Kavindra, sahabat yang telah lama tidak bertegur sapa lagi dengannya. "Gue tau," jawab Kavindra dengan nada datar tanpa mengalihkan pandangannya dari barisan puisi yang tengah dibuatnya. "Tapi Bara selingkuhin aku, Vin!" "Terus?" Aluna mengerutkan alisnya heran, ia tidak menyangka Kavindra bisa tetap bersikap cuek padanya. Padahal lelaki itu telah berjanji pada Aluna, dan tentu saja Aluna berharap Kavindra mau menepatinya. "Lho, kok gitu sih? Bukannya waktu itu kamu janji, gak akan biarin siapa pun nyakitin aku termasuk Bara!" Aluna mengatur napasnya yang terasa berat, dadanya semakin sesak menahan tangis. "Emangnya lo berharap gue lakuin apa? Marahin Bara? Atau mukulin Bara sekalian?" Kavindra kali ini terpaksa menatap manik mata Aluna, ada genangan air mata di sana yang sebentar lagi mungkin akan luruh. "Aku ingetin lagi kalo kamu lupa. Kamu pernah janji ke aku bahwa kamu bakalan jadi orang pertama yang turun tangan ketika ada orang yang nyakitin aku!" tegas Aluna. Benar saja prediksi Kavindra, genangan air mata itu sekarang luruh tanpa jeda. "Udahlah, udah putus juga kan sekarang? Lagian lo pantes kok diselingkuhin!" Start: September 2022 End : 8 Januari 2023 Rank! #2-Aluna #1-Aluna #1-Berharap

More details
WpActionLinkContent Guidelines