The one and only you (Gie - Nate)

The one and only you (Gie - Nate)

  • WpView
    Reads 183
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing46m
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 1, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Sekarang gue lagi ngobrol sama Nate, pacar gue, Nate di belakang gue dan.. "Gie, liat depan!" Suruh Nate. Gue madep depan sebentar dan ga ada apa-apa "Ada apaan sih?" "Liat depan!" Gue nengok lagi ke depan dan ga ada apa-apa. Gue nyari apa yang Nate bilang di depan gue, tapi tiba-tiba... *Nate POV* Gue cium pipi Gie, i really kiss her. Dia beku dengan matanya yang melotot. Gua lari ke kelas, karena gua tau Gie nge-fly. ^^ *Gie POV* Disaat itu gua gk tau hrs ngapain... jd gw cm bisa freeze di tempat karena gua ngefly... emng kampret banget tuh si Nate.. Tapi whatever.. gue seneng...!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penghulu Bidadariku S2 : Aisyah Humaira
  • He's Mine Not Yours βœ“
  • Mutowifku Tersayang
  • TUAH ASMARA
  • DESIRAN RINDU
  • Jangan Berpaling Dariku

~ Fully Completed S2 ~ Rayyan Harith menyangka jalan takdirnya dan Aisyah Humaira tidak akan lagi menyatu. Namun, apabila dia sedang belajar untuk reda dengan liku suratan hidup, satu berita sekali lagi hadir dan membuatkan dia hilang arah. Jiwa terasa kembali parah. Sungguh, bukan ini pintanya walaupun dia tahu hanya ini satu-satunya jalan yang dia punya untuk memiliki kembali kebahagiannya dahulu. "Demi Allah, hati saya masih sama. Perasaan ini masih utuh dan takkan pernah berganti. Awak, ibu kepada anak-anak saya...dan saya masih berharap awak menjadi isteri dunia akhirat saya." - Rayyan Harith - "Cinta saya dah berkubur dengan segala kenangan di antara saya dan arwah suami saya. Awak mungkin bapa kepada anak saya, tetapi awak takkan mampu kembali menjadi pendamping hidup saya." - Aisyah Humaira - Dia pergi, bukan kerana mengalah. Namun, demi memberi ruang dan masa. Dia pergi, bukan bermakna hati sudah pudar rasa. Namun, demi memberi peluang wanita itu menenangkan jiwa. Biar waktu terus berputar. Biar masa berlalu pantas. Biar kenangan berganjak pergi. Andai jodoh sudah tertulis di luh mahfuz, kau dan aku... pasti dipertemukan kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines