Time Is Precious

Time Is Precious

  • WpView
    Reads 775
  • WpVote
    Votes 324
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 20, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Waktu itu sangat berharga,karna kau tak akan bisa mengulang hal yang telah lalu. Kau akan bertemu reza,pencinta wanita. Kau juga akan bertemu Raisya,yang mungkin sulit kau luluhkan hatinya,tak ada yang lebih menyakitkan dari pada masa lalunya.Bersamanya,kau akan temukan bahwa memaafkan dan melupakan masa lalu ternyata memang tak semudah mengucapkannya. Kisah mereka mungkin mengingatkanmu bhwa setiap orang punya perjuangan tersendiri dalam hidupnya,dan punya penilaian tersendiri tentang menghargai waktu.
All Rights Reserved
#194
menunggu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS
  • Back To You
  • Backstreet
  • For My Heart
  • SECOND LEAD
  • When Love is Breaking
  • Ambiguous
  • THE ROOM
  • TAK BERSAMBUT
  • seribu tanya tak terjawab

Aku Laras yang tak ingin dipanggil Laras. Ini adalah tentang rahasia hidupku. Aku nyaman dengan kehidupanku saat ini bersama Rasya, anak lelaki usia 9 tahun. Aku hidup berdua dengan Rasya meninggalkan empuknya ranjang di rumah orang tuaku yang ikut menanggung aib karena kesalahan anak semata wayangnya. Tak tertahankan derai air mata ini saat mengenang mereka. Nama Laras sudah kukemas rapi dan tak seorangpun kuijinkan untuk membuka, tak seorangpun. Setidaknya sudah 9 tahun aku berhasil bertahan dan terlatih untuk selalu bangkit dari rasa pedih yang tersisa dari masa laluku. Buktinya aku bisa berdiri dan tersenyum dengan senyum yang kurajut dengan adanya Rasya, penyemangatku. Sampai suatu saat Satria hadir di kantor sebagai sosok bos baruku. Dia yang tak pernah kuharapkan lagi. Dia yang telah menghancurkan hingga menjadi serpihan yang terbuang. Apa yang ditawarkannya padaku kali ini? Apakah ada secuil penyesalan? Kalaupun ada, untuk apa? Semua sudah berakhir 9 tahun yang lalu. Apakah semua hanya kepura-puraan saja, demi uang? Raut wajah resahnya, membuatku bergeming. Mungkinkah 9 tahun ini membuatnya banyak belajar? Apa yang dialaminya selama 9 tahun ini? Apakah dia masih Satria yang dulu kukenal, yang kunanti-nantikan setiap malam tiba? Aku selalu menantikan ceritamu, ibarat pil tidur yang mampu membuatku terlelap setelahnya. Mengapa isi kepalaku dipenuhi tentang Satria setelah pertemuan itu? Buyar semua segala pertahanan yang kubangun. Atau mungkinkah masih ada secuil rasa tersisa di hatiku, setelah apa yang diperbuatnya padaku? Entahlah...

More details
WpActionLinkContent Guidelines