Time Is Precious

Time Is Precious

  • WpView
    LECTURAS 775
  • WpVote
    Votos 324
  • WpPart
    Partes 13
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ene 20, 2017
Waktu itu sangat berharga,karna kau tak akan bisa mengulang hal yang telah lalu. Kau akan bertemu reza,pencinta wanita. Kau juga akan bertemu Raisya,yang mungkin sulit kau luluhkan hatinya,tak ada yang lebih menyakitkan dari pada masa lalunya.Bersamanya,kau akan temukan bahwa memaafkan dan melupakan masa lalu ternyata memang tak semudah mengucapkannya. Kisah mereka mungkin mengingatkanmu bhwa setiap orang punya perjuangan tersendiri dalam hidupnya,dan punya penilaian tersendiri tentang menghargai waktu.
Todos los derechos reservados
#78
berjuang
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS
  • For My Heart
  • Unfinished Goodbye
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • When Love is Breaking
  • TAK BERSAMBUT
  • Backstreet
  • seribu tanya tak terjawab
  • THE ROOM

Aku Laras yang tak ingin dipanggil Laras. Ini adalah tentang rahasia hidupku. Aku nyaman dengan kehidupanku saat ini bersama Rasya, anak lelaki usia 9 tahun. Aku hidup berdua dengan Rasya meninggalkan empuknya ranjang di rumah orang tuaku yang ikut menanggung aib karena kesalahan anak semata wayangnya. Tak tertahankan derai air mata ini saat mengenang mereka. Nama Laras sudah kukemas rapi dan tak seorangpun kuijinkan untuk membuka, tak seorangpun. Setidaknya sudah 9 tahun aku berhasil bertahan dan terlatih untuk selalu bangkit dari rasa pedih yang tersisa dari masa laluku. Buktinya aku bisa berdiri dan tersenyum dengan senyum yang kurajut dengan adanya Rasya, penyemangatku. Sampai suatu saat Satria hadir di kantor sebagai sosok bos baruku. Dia yang tak pernah kuharapkan lagi. Dia yang telah menghancurkan hingga menjadi serpihan yang terbuang. Apa yang ditawarkannya padaku kali ini? Apakah ada secuil penyesalan? Kalaupun ada, untuk apa? Semua sudah berakhir 9 tahun yang lalu. Apakah semua hanya kepura-puraan saja, demi uang? Raut wajah resahnya, membuatku bergeming. Mungkinkah 9 tahun ini membuatnya banyak belajar? Apa yang dialaminya selama 9 tahun ini? Apakah dia masih Satria yang dulu kukenal, yang kunanti-nantikan setiap malam tiba? Aku selalu menantikan ceritamu, ibarat pil tidur yang mampu membuatku terlelap setelahnya. Mengapa isi kepalaku dipenuhi tentang Satria setelah pertemuan itu? Buyar semua segala pertahanan yang kubangun. Atau mungkinkah masih ada secuil rasa tersisa di hatiku, setelah apa yang diperbuatnya padaku? Entahlah...

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido