I'm With You

I'm With You

  • WpView
    Dibaca 106,736
  • WpVote
    Vote 6,749
  • WpPart
    Bab 46
WpMetadataReadLengkap Sel, Feb 27, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Nu, gue benci sama lo," ucap Kean Tiba tiba setelah mereka tertawa bersama di rooftop sebuah gedung. senyum Nufa pudar mendengar ucapan Kean. "kemaren gue benci sama lo-" kean menarik nafas lalu memandang wajah Nufa lekat lekat, "dan akhirnya sekarang, gue jadi cinta sama lo." seketika senyum Nufa kembali berkembang diiringi pipinya yang merona. "benci jadi cinta itu gampang banget ternyata, rasanya cuman beda tipis, ada diatas pilihan kita, dan gue milih opsi kedua, " "apa? " "cinta sama lo lah." . . . . . . Ketika definisi benci jadi cinta itu nyata. Apakah kita bisa bertahan dalam segala dinamika cinta, kecewa dan kesakitan? i'm with you .(peringatan!!!! Berisi kata kata kasar, dan umpatan umpatan. Mohon kebijakannya dalam membaca)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#417
cintasma
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Don't Talk About Money
  • Semu [Completed]
  • BITTERSWEET : TWINS ✓
  • DEAR'N (Completed)
  • Feel My Heart, Neo [Na & Neo]
  • NAYVAN [END]
  • MY BOYFRIEND
  • Dari Benci jadi Cinta || arasweetstrawberry ✔
  • Awas Jatuh Cinta
  • XXL

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan