We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kaulah Kamuku

Kaulah Kamuku

  • WpView
    Reads 560
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Wed, Jan 4, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Beberapa tahun lalu saat aku mengagumi seseorang, ini bukan sekedar mengagumi perasaanku sudah lebih dari itu. Tak ku sangka ternyata semua perasaan aku hanya sepihak karena dia malah memendam perasaan kepada sahabatku, ah sudah aku bisa gila kalau seperti ini ceritanya kalau kamu diposisiku pasti kamu bisa nangis atau bahkan pergi dari sahabatmu karena sahabatmu teman berbagi semua perasaanmu ternyata malah menjadi kekasih orang yang kamu harapkan. Tapi kini semua perasaan sedihku telah menghilang semenjak ada kamu disini iya engkaulah kamuku dan aku mohon jangan direbut karena kamu adalah kebahagiannku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • my story
  • Jatuh Cinta Diam-Diam
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • You're Here, But Not For Me
  • CINTA DALAM DIAM
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Maybe It's You(?)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines