My Private Teacher.

My Private Teacher.

  • WpView
    LECTURAS 608
  • WpVote
    Votos 59
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, mar 6, 2017
Defisini belajar bagi Alexa adalah perang. Tapi, bagaimana jadinya jika Alexa dapat menjuarai perlombaan cerdas cermat di sekolahnya itu? Mungkin sebagian orang menganggap itu imposibble tapi Alvin percaya jika Alexa bisa berubah menjadi lebih baik dengan bantuan dirinya. Writter : Hoseok_oppa Maafkan apabila ada typo hehe. masi newbie.
Todos los derechos reservados
#298
goodboy
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • Me VS Pak Guru✔
  • DEXTER
  • AGATHA (Ketua OSIS Galak VS Bad Boy Nyebelin)
  • KUTU BUKU [Sudah Terbit]
  • KUTU BUKU 2 : Pembalasan Dendam [End]
  • Anxiety
  • I'm A Good Girl [COMPLETED]
  • Together ✓[COMPLETED]
  • Alexa & Axel

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido