Unscrewed

Unscrewed

  • WpView
    Reads 40,791
  • WpVote
    Votes 702
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 31, 2019
Kita tidak tahu dengan siapa kita akan melabuhkan hati kita, teman? Sahabat? Gebetan? Bahkan orang yang kita anggap sebagai musuh. Begitu pula yang di alami Thalia Carissa Henzie, namun dikala ia merasa kebahagian baru datang, sebuah kejadian membuatnya harus kehilangan orang yang dicintainya. Dia pergi, menghilang tanpa penjelasan pasti, membiarkan Thalia sendiri dengan rasa sakitnya. Tetapi sebuah fakta yang ia ketahui membuat sebuah rasa penyesalannya membuncah, Thalia benci kepada Genta, benci karna tidak mengatakan yang seharusnya menjadi alasan untuk Thalia tidak membenci Genta. °°° "Setiap orang gak bisa terus nunggu, kadang mereka punya titik lelahnya masing-masing, dan jangan sampai lo biarin gue sampai dititik itu" ~ Genta Alvredo. "Aku tetap percaya sama ucapan kamu dulu, bahwa apapun alasan kamu ninggalin aku, aku akan tetap jadi orang istimewa dalam hidup kamu, aku gak tahu kapan tapi aku yakin kamu akan nunjukin kalau ucapan kamu itu benar." ~ Thalia Carissa. ∆∆∆ Baca aja dulu sampai selesai ;)
All Rights Reserved
#59
schoollove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyimpan Rasa
  • CUTE GIRL {Completed}
  • KENAN
  • Different Way
  • Stolen Before Fallen
  • Have a Nice Dream [Completed]
  • Little Change [SELESAI]
  • ANGKASA
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • INSTABLE - (Ta) [Completed]

Selama ini aku yang punya rasa lebih. Aku yang berharap kamu sadar tanpa harus kuberitahu secara langsung. Aku yang pengecut, bersembunyi dengan topeng persahabatan. Yang hanya diam karena sadar kamu menyukai temanku sendiri. Seperti itu hingga kini aku menyadari ada rasa-rasa lain di sekitar kita. Bukan hanya tentang aku, rasa-rasa itu juga melibatkan kamu, dia dan dirinya. Akibatnya, setiap dari kita menjadi berubah. Kamu berbeda, aku berbeda, mereka pun berbeda. Kadang aku berpikir untuk menjadi egois saja agar bisa memilikimu tapi sekarang aku harus bagaimana? Bagaimana aku mau egois ketika aku memiliki rasa lain? Teruntuk kamu yang membaca ini. Kuharap dapat mengerti jika berada di posisiku. Mengerti bagaimana tertekannya aku dengan semua hal ini. Saat kamu membaca ini, berarti kamu sudah menjadi pendengar keluh kesahku:) -A ©opy®ight 2018 by @Akuelalala

More details
WpActionLinkContent Guidelines