I LOVE FOREVER DAFA & DEANA

I LOVE FOREVER DAFA & DEANA

  • WpView
    LECTURAS 8
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ene 2, 2017
kehidupan manusia sudah diatur oleh sang kuasa apapun yang terjadi harus terus bersyukur dan selalu memohon untuk kebaikan dalam kehidupan. Daffa Wijaya seseorang anak korban broken home semua pertengkaran dan hinaan keluarga ayahnya sudah melekat dalam ingatanya . Ayah orang amerika dan ibunya orang indonesia mereka berpisah karena tidak mendapat restu dan perbedaan agama yang mendasari . Lalu bagaimana dengan Daffa yang telah merasakan kehancuran keluarganya ? semua hanya yang kuasa yang tau. Disisi lain Deana Pratiwi seorang remaja SMA kelas 12 di SMAN 1 Surabaya memiliki kehidupan lebih baik dari Daffa Wijaya. Keluarga yang harmonis dan selalu diberikan keharmonisan.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dear of Natasya
  • EXTRA REVENGE; Naresh Al & El Ganendra
  • GERLAN
  • Hilang
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Arash's Mission
  • Lumière || Dino SVT ✔️
  • 𝗧𝘄𝗶𝗻𝘀 𝗨𝗻𝗶𝘃𝗲𝗿𝘀𝗲
  • AIRA [On Going]

"Aku tersenyum bukan karena bahagia, tapi karena aku tak ingin kalian melihat aku runtuh." - Natasya Kirana Maharani Natasya Kirana Maharani, seorang gadis 14 tahun yang tampak ceria di luar, menyimpan lautan luka di dalam dirinya. Ia hidup di antara ketiadaan kasih sayang keluarga, dikhianati oleh satu-satunya cinta yang ia percayai, dan terjebak dalam gelapnya lorong kesehatan mental yang terus menghantuinya. Meski dunia seperti runtuh, Natasya masih bisa tersenyum. Ia mendirikan komunitas kecil di sekolah bernama Langit yang Menangis Diam-Diam, tempat di mana anak-anak lain yang juga terluka bisa menuliskan isi hati mereka tanpa takut dihakimi. Komunitas itu menjadi suara bagi mereka yang sunyi, menjadi bahu bagi mereka yang diam-diam ingin menyerah. Namun, tidak semua orang menyukai kejujuran. Komunitas itu mendapat serangan, hujatan, bahkan dihancurkan. Sahabat menjauh, pacar memilih diam, dan luka-luka lama kembali terbuka. Natasya terus bertahan. Ia terus menulis. Terus meyakinkan orang lain bahwa mereka layak hidup, meski hatinya sendiri sudah lama remuk. Hingga pada suatu malam, ketika tak ada lagi pelukan yang cukup hangat, ketika suara-suara di kepalanya terlalu bising, dan ketika senyumnya tak lagi mampu menahan air mata... Natasya memutuskan untuk meninggalkan dunia yang tak pernah benar-benar menerima keberadaannya. Ia meninggalkan surat terakhir di ruang komunitas yang dulu ia bangun: "Aku lelah menjadi kuat. Tapi aku ingin kalian tahu: kalian layak hidup, bahkan saat aku memilih berhenti." ---

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido