Story cover for Pengujung November by Deponu
Pengujung November
  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Nov 29, 2016
Tidak ada yang lebih dingin dari tiupan angin dibulan November.
Embusannya menusuk sela-sela tulang rusuk hingga menembus paru-paru.

Tidak ada yang lebih kelabu dari abunya langit dibulan November.
Awannya menghitam, menutupi birunya langit sore hingga tak lagi berwarna.

Dan Tidak ada yang lebih memilukan dari hujan dibulan November.
Rintiknya tak deras, tetapi berhasil menggetarkan jiwa-jiwa yang haus akan pertemuan.


Even #Lovember RWC
All Rights Reserved
Sign up to add Pengujung November to your library and receive updates
or
#58watty2016
Content Guidelines
You may also like
BULAN (END) by iloveyoubyy
34 parts Complete
Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020
ILHAM UNTUK MELLY [SELESAI] by aeisolea
33 parts Complete
Romance-spiritual Ambil baiknya buang buruknya, yah Boleh banget kalau mau Follow akun Wattpad ini kok. Kalau berkenan mampir juga ke Ig : @nr_aida28 ****** "Jika Tuhan telah menciptakan kamu untuk saya, kamu bisa apa?" Ilham Bagaswara ****** Kehidupan ini penuh dengan teka-teki yang sulit di tebak akan seperti apa makna dari teka-teki tersebut. Kehidupan ini juga seperti bermain dalam terowongan waktu yang entah sepanjang apa penghujung lorong terowongan itu. Semakin menelusuri semakin membawa kita pada akhir permainan yang tanpa sadar kita bermain didalam lingkar takdir. Rumit? Tentu saja rumit, tapi jika di telisik lebih dalam, takdir yang telah tergariskan tidak lah rumit. Ini hanya tentang bagaimana kita bisa menerima apa yang telah menjadi ketetapan takdir didalam hidup kita. Ikhlas kah kita? Semakin kita menapik, maka kebahagiaan akan pergi. Tidak, bukan pergi. Melainkan kita lah yang tidak menginginkan bahagia itu. Allah tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya, bersabar dan hadapi lah. Perlahan dengan seiringnya waktu teka-teki yang selama ini membelit akan terpecahkan. Rahasia yang tertutup rapat akan terjelaskan. ****** Kamu tidak bisa mengubah garis takdir yang telah Tuhan tetapkan untuk mu. Meski kamu terus berlari sejauh mungkin dari takdir, tetap saja takdir akan selalu menyertaimu. Seperti bayangan. Hanya ada dua pilihan, menerima atau terus berlari. ~kamu tidak akan pernah bahagia bila kamu sendiri menolak untuk bahagia~Sofiatul Mellyana ****** Don't Copy My Story!! Berani plagiat, harus siap tanggung jawab di akhirat kelak. Copyright ©2020 NrAida28 Publish : 12 Oktober 2020 Finish : 17 Februari 2021
BULAN [Selesai] by yulianifdh
52 parts Complete
Sequel dari cerita BULBUL! [ Usahakan follow dulu sebelum baca wk ] Yang belum baca cerita BULBUL! Disarankan sebelum baca ini, silahkan baca terlebih dahulu. Masih komplit, namun belum di revisi; _Happy reading_ Blurb: 13 tahun sudah Kenzo pergi. Pergi untuk selamanya, tak akan pernah kembali, tak akan pernah ada yang membela dirinya, tak ada pelindung bagi dirinya lagi seperti dulu. Sekarang Bulan hanya bisa berangan saja tentang semua itu. Dan akibat kejadian itu, Bulan harus menanggung kebencian Winda. Tidak! Sungguh, Bulan tidak membenci Kenzo akan hal itu. Bahkan Bulan membenci dirinya sendiri. Lantas, kenapa tidak dirinya saja yang pergi, kenapa harus Kenzo? Jika dia yang akhirnya akan dibenci, dibenci Mama. Percayalah itu lebih menyakitkan dari apapun. Tapi, apakah seorang Ibu bisa benar-benar membenci darah dagingnya sendiri? _____________ "Gue gak ada perasaan sedikit pun sama Lisa. Lo jangan marah kaya gini, gue anggap Lisa cuma sekedar teman, gak lebih." "Tapi Van---" "Dan satu lagi. Lisa itu di Jakarta gak punya keluarga Bul. Orangtuanya di luar negri, gak kaya lo atau gue yang masih ada orang tua disini. Lo tau, Lisa cuma punya gue disini." Percakapan dirinya bersama Devan beberapa waktu lalu, terus terngiang di telinganya. Apakah dirinya memang tidak bisa merasakan kebahagiaan sedikitpun? Setidaknya Bulan ingin merasakan kebahagiaan walaupun itu dari orang lain. Tapi, nyatanya semesta memang tidak membiarkan akan hal itu. __________ Start: 10 September 2021 Finis: 06 Januari 2022
You may also like
Slide 1 of 10
BULAN (END) cover
ARUMILA  cover
Thank You (✔) cover
Sky and Cloud [NEW VERSI] cover
Cold Love cover
Willy and Milly cover
ILHAM UNTUK MELLY [SELESAI] cover
Mas Duda cover
BULAN [Selesai] cover
Cerita Tentang Zeeya cover

BULAN (END)

34 parts Complete

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020