We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pengujung November

Pengujung November

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Nov 29, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Tidak ada yang lebih dingin dari tiupan angin dibulan November. Embusannya menusuk sela-sela tulang rusuk hingga menembus paru-paru. Tidak ada yang lebih kelabu dari abunya langit dibulan November. Awannya menghitam, menutupi birunya langit sore hingga tak lagi berwarna. Dan Tidak ada yang lebih memilukan dari hujan dibulan November. Rintiknya tak deras, tetapi berhasil menggetarkan jiwa-jiwa yang haus akan pertemuan. Even #Lovember RWC
All Rights Reserved
#83
watty2016
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BULAN (END)
  • Thank You (✔)
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Willy and Milly
  • Hujan Di Langit November
  • Cintanya Sudah Habis di Masa Lalu
  • DiaNda (END)
  • Stela 2 [ SELESAI ] ✓
  • DENGANNYA TANPAMU ✓
  • Mas Duda

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines