Kutuliskan sepucuk surat ini dengan air mata yang kutahan dari lupuk mataku.
Aku datang dengan mental nekat, kusematkan dimuka pintu rumahmu bersama sepucuk mawar putih terakhir teruntuk "Semestaku"
Все права сохранены
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Ketika menunggu menjadi hal menyakitkan namun usaha tak mengkhianati, menunggu pun menjadi hal menyenangkan pada akhirnya. Ketika itu pula, perasaanku Imbang Berbalas.