Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Ekspetasi yang Mati

Ekspetasi yang Mati

  • WpView
    Membaca 9
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Nov 30, 2016
WpInfo
Non-fiksi
Dini yang tengah terduduk lagi ditanah menghadap ke dermaga menangisi orang yang sangat ia sayangi yang kini telah pergi. Pergi untuk selamanya. Tidak ada lagi ajakan darinya untuk pergi berdua. Tidak ada lagi yang menggombalinya. Tidak ada lagi yang memberinya kata-kata manis yang mampu membuatnya terbang ke langit ke tujuh. Pikirannya melayang ke waktu yang sudah dilaluinya bersama Reno. Hatinya merasa sakit. Namun kini punggungnya juga terasa sakit karena terhujam pisau. Dini seketika berdiri sambil menahan sakit yang ia rasakan. "Ke..ke..kenapa e..elo la..lakuin i..i..ini sa..ma gu..gue d..dan Re..re..reno?" jawabnya dengan napas yang tersenggal-senggal. "Karena gue sayang sama lo. Gue nggak tega lihat lo sedih karena berpisah dengan Reno selamanya. Jadi gue lakuin ini supaya lo bisa bersatu dengan Reno disana untuk selamanya" jelasnya dengan wajah yang penuh kesedihan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Kesempatan Kedua
  • Promise
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Collateral Hearts - LingOrm ( END )
  • Loving You
  • RENJANA DERANA [END]
  • " To Love ,To Lose "
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Albel
  • If Only.. (Seandainya..) I LingOrm

"Tolong, beri aku kesempatan ke-dua Rei." Pinta Elyas dengan penuh harap. "Hahahaha." Bukannya menjawab atas pertanyaan dari sang suami, Reina justru tertawa mengejek. "Kesempatan ke-dua untuk apa El? Kesempatan ke-dua agar kau bisa melukai diriku lagi? Kesempatan ke-dua agar kau membuat diriku membencimu lagi? Atau kesempatan untuk air mata ku lagi?" Tanya Reina dengan linang air mata tanpa memandang wajah Elyas. Elyas menunduk dan menggeleng pelan. "Tidak untuk kesempatan agar ku bisa melukai kamu lagi, tidak pula kebencian yang akan ku torehkan, tidak juga dengan air mata yang kau titihkan atas kesalahan ku. Beri aku kesempatan untuk membahagiakan kamu di dunia dan di akhirat ku." "Jangan beri aku harapan lagi El, jangan buat aku terbang setinggi angkasa aku takut akan kau jatuhkan kembali ke inti bumi." Jawab Reina melirik sedikit wajah Elyas. "Beri aku keyakinan darimu lagi untuk yang terakhir kali." Wuahahaha🤣aku paling gk bisa bikin diskripsi.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan