SORRY
  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 5, 2016
Bukan. Bukan karena Saras jelek makanya Fadil menghindar. Kalau tau begitu, mungkin sudah dari dulu ia tidak dekat-dekat dengan Saras. . . . Namun, ketika ia merasakan jantungnya yang mulai aneh bekerja saat Saras didekatnya, ia putuskan untuk tidak berurusan lagi dengannya.
All Rights Reserved
#575
newbie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Awan Abu-Abu [END]
  • Ketika Cinta Tak Lagi Gratis ❤️ ON GOING ❤️
  • The Moon Sent You to Me
  • Planet Tanpa Nama (18+)
  • Ilusi
  • Travelling Love [Selesai]
  • Love At The First Sight With You
  • ARDILA & DINAR
  • My Lovely Eks
  • Semesta Bersabda // [SUDAH TERBIT]

Sinar rembulan memang lebih indah daripada harta yang gemilang. Uang memang bisa membeli apa yang diinginkan. Akan tetapi, uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Jalan halus yang penuh dengan gelombang, terus dilewati meski ada rasa bimbang. Akankah matahari memancarkan cahaya kehangatannya? Akankah bulan bersinar menerangi gelapnya dunia? Akankah bintang-bintang bermunculan menemani kegelapan di atas keheningan yang ada? Atau hanya awan hitam yang menghampiri, tanpa adanya seseorang yang menemani? "Dulu ... kita pernah sedekat amplop dan perangko, semesra pena dan kertas. Namun kini, 'tak jauh berbeda dengan bulan dan bintang. Terlihat berdekatan, namun 'tak dapat bersatu." - Georgino Arkana Putra "Lo bilang senja itu hal yang paling indah. Nyatanya dia malah menjadi saksi dari akhir kisah kita." - Neyara Abigail Gueni

More details
WpActionLinkContent Guidelines