Exboyfriend Or Friend ?

Exboyfriend Or Friend ?

  • WpView
    Membaca 60
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Des 1, 2016
"Dua belas ribu!" kataku. "Apa gila lo? Gak mau" katanya. Awal mula aku bicara padanya itu! Kata dua belas ribu. Kata yang membawaku pada perasaan ini. Kata yang memperkenalkan aku pada sosok sederhana nya zikri. Kata yang membuat aku begitu sakit dibuat olehnya. Ohh "dua belas ribu" ******** Mengapa dia selalu ada di pikiranku? Apa istimewa nya dia? Lelaki bandal yang malas mengerjakan pr, walaupun aku tau dia itu sebenarnya pintar. Tetapi tetap saja menurut ku dia bukan pasangan yang aku idam-idamkan sejak dahulu. Ohhh arya eka zikri apa yang ada di di diri mu sebenar nya, hingga membuatbaku seperti ini??
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#983
bestfried
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • STUCK
  • I Love You
  • I (don't) Love You [END]
  • Disguise... [END]
  • Takdir Bersama Kita ! (REVISI)
  • (Not) Perfect
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • WANITA GILA
STUCK

Coba deh mukul kaca sampai pecah. Sakit? Jelas. Hancur? Iya. Bisa utuh seperti semula? Bisa, cuma engga akan sama kaya awal. Itu perumpamaan perasaan gue ke lu. -Fauziah Veronnisa >>>>> "Gue minta maaf,Zi." "Minta maaf atas dasar apa? Kalau lu minta maafa atas dasar kejadian 3tahun lalu. Sorry sorry aja nih, gue udah engga terlalu mikirin." Ucap Ziah sambil mengalihkan pandanganya kearah lain. "Gue tau gue telat, tapi tolong. Kasih gue kesempatan kedua buat memperbaiki semuanya. Toh, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua." Balas Tama sambil tersenyum. "Apa lu pantes gue kasih kesempatan kedua? Biarpun pantes tapi maaf. Hati gue udah bukan buat lu lagi." Ucap Ziah. "Gue tau kok lu udah jatuh ke hati Rama. Apa. Gue. Salah. Kalau. Gue. Memperjuangkan. Apa. Yang. Seharusnya. Gue. Perjuangkan?" Ucap Tama sambil menekan sebelas kata terakhir. "Terserah. Intinya kalau lu minta keadaan kaya dulu lagi, maaf gue engga bisa dan engga akan pernah bisa. Gue pergi, Rama udah nunggu gue daritadi." Ucap Ziah sambil pergi meninggalkan Tama sendiri. Tanpa mereka ketahui bahwa ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka berdua. "Kalau emang dihati lu masih ada Tama, kenapa lu harus nerima gue Zi? Apa gue harus ngelepas lu? Atau gue bertahan dan berjuang? Kalau gue berjuang dan bertahan, apa lu bakal pilih gue? Atau malah lu balik lagi ke masa lalu? Haha, miris banget kisah percintaan gue." Ucap Rama sambil pergi ninggalin tempat kejadian.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan