Si Keparat, Temu

Si Keparat, Temu

  • WpView
    Membaca 10
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Des 1, 2016
- Si Keparat, Temu - Kulihat ditepi beranda, Rindu lusuh bagai berandal. Berserak menggonggong memelas diri, Tak jua kau peduli hati barang sekali. Menasbih hari dibulatan kancing, Rindu menggigil seperti anak kecil menahan kencing. Tatap aku, cincang aku dengan pelukmu. Matipun aku sanggup, karena kau peti matiku. (01-Desember-2016, fachridzul maulana)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#308
puisirindu
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • About My Poem
  • Renjana
  • Desahan Rindu
  • Sunyi Hati Hampa Semesta
  • Dia Semesta
  • Apa sih Rindu!? [Completed]
  • PROSA
  • Nostalgia Cinta Dalam Rindu
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu

Harapan, Satu kata yang menguatkan nadi Membuncah bahagia dalam pikir Menuntun diri dan jiwa Pada kehidupan yang diinginkan Yang menguatkan langkah Untuk selalu bisa seperti itu Dalam keberkahan Dalam ketulusan Dalam keikhlasan

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan