Selamat Malam Dunia Malam

Selamat Malam Dunia Malam

  • WpView
    Reads 289
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Dec 24, 2016
Ada saat kita menjadi asing sendiri tanpa terlalu berdalih untuk saling membutuhkan. Ada saatnya rasa merenggut asa dan menderai pilu. Ada saatnya pula semua waktu berucap selamat tinggal. Ini bukan soal kegelisahan atau keresahan yg bergumam erat dipundak kesendirian.Sendiri? oh bukankah itu rasa yg teramat sulit untuk dibekukan? hah? siapa bilang? Aku berlanjut tanpa sebuah genggaman untuk menuntunku atau sebuah dada yg melabuhkan rinduku. Aku hanya sedikit heran tentang keegoisan yg kerap kali disangkut pautkan dgnku, dgn kesendirianku. Bejubel pertanyaan selalu menghajar hatiku ba' Air terjun tanpa berpikir ada sungai yg teluka. "Egois" Delia, sahabat karibku dri masa ingusan mencapkan kata itu didahiku. Mugkin alasannya agar setiap bertemu dgnku dia tidak amnesia dgn kata itu. "Sumpah ! aku tidak pernah melihat sosok makhluk yg begitu gila sepertimu" Mantan pacarku Ryan. Yg sebenarnya aku rada malas mengikut sertakan dia, tp ya harus karena dia juga tlah berlalu n mninggalkan 1 kalimat itu untuk ku telan seumur hidup. "Parah loe" Fransiska, anak yg super sok tahu padahal kenalnya baru seuprit jagung. "Berubahlah nak" Nyonya besar dirumahku ikut2 membully anak satu2nya perempuannya. "Biarkan ! Papa bangga kepadamu." Ini yg selalu dikatakan Raja diistana kecilku. Mungkin mmg terlalu alay, tp yah.. suka-suka aku dong... Aku memang memiliki tingkat kepedulian yg tinggi juga tingkat keegoisan yg tinggi, bagiku aku ini seperti bunglon yg bisa berubah disembarang tempat dgn situasi n kondisi yg memungkinkan. Lalu apa salahku? Tidak ! aku tidak salah. Setidaknya aku tidak pernah ngejudge org lain, tidak jg ambil pusing dgn segepok lembaran diary teman2ku yg sibuk menuliskan kebencian mereka kepadaku, "whatever". Aku jg tidak pernah mencoret2 buku demi hanya melampiaskan amarahku kepada sosok kaum adam yg selama ini meledek n menghujat aku. Jika waktu kecil aku dijuluki siAir Bening, maka sekarang aku mengganti julukanku menjadi siApi Dingin. Kenapa??
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • I'm Alpha Damian [END]
  • Mamaku Mantan Antagonis (Tamat)
  • ALVIN (On Going)
  • I Want U! (Tamat)
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • K.I.T.A
  • Mahligai Sunyi
  • Can't Break (END) KTH✔

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

More details
WpActionLinkContent Guidelines