Monolog Kopi

Monolog Kopi

  • WpView
    Reads 1,014
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 21, 2018
SINOPSIS "Kopi itu Candu yang Bikin Rindu" Permasalahan hidup perlu diimbangi dengan kontrol yang baik, jika tidak, dapat dipastikan rasa pada seluruh indra akan mati, tak dipungkiri pula dengan perasaan. Padahal, pengindraan itu merupakan media utama dalam menemukan keistimewaan pada aroma maupun rasa khas kopi. Lalu, bagaimana jika indra penghidu seorang coffee cupper itu rusak? Harahap, seorang coffee cupper profesional terus menyalahkan dirinya sendiri karena alasan keputusasaan. Tak lagi bisa mendeteksi rasa dan berbagai hal dasar tentang kopi yang sangat berarti terlewati begitu saja. Ia tidak pernah takut gila ketika menyendiri dan mulai bermonolog, kopi selalu mengerti. Kopi tidak membuat seseorang mencoba untuk bunuh diri, karena bersama kopi akan tetap baik-baik saja. Dan, sebuah cinta menyembuhkan kesadarannya tentang kopi, tetapi tidak dengan kesendiriannya. Bagaimana Harahap menjalani kesendiriannya serta siapa yang mampu menyembuhkan kepekaan Harahap terhadap kecintaannya pada kopi? Dikemas dengan cerita yang apik, kisah Harahap pantas diselami. Selamat menyelam bersama kopi!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Latte You
  • KABIRU
  • Love Taste Coffee
  • It Takes Two To Tango
  • Ruang Temu Rasa
  • Andanan Coffee
  • Come Back to Bed 1
  • Secangkir Kopi Dan Cinta

[COMPLETED] Abel punya firasat bahwa ia dikhianati oleh pacarnya. Abel merasa ada yang tidak beres dengan Rio, pacarnya yang kerap kali berkunjung ke kafe dekat kampus mereka berada. Ada yang bilang bahwa mereka pernah melihat Rio nongkrong disana dengan seorang perempuan. Atas saran Zee sahabatnya, Abel memutuskan untuk membuntuti Rio dengan melamar sebagai posisi pelayan di kafe itu. Sejarahnya tidak pernah ada pegawai wanita disana, lamaran Abel turut ditolak tanpa pikir panjang. Tetapi bukan Abel namanya jika tidak pantang menyerah, terlebih ketika mendengar gosip tentang Ian, barista utama sekaligus si pemilik kafe. Usut punya usut, dia memiliki kemampuan khusus. Melalui racikan latte khusus buatannya, ia dapat mengecek seberapa besar perasaan suka seseorang terhadap pasangan mereka. Kini tekad Abel bertambah kuat. Ia harus bekerja disana, baik sebagai mata-mata Rio maupun untuk mengetahui cara kerja racikan latte khusus buatan Ian. ---- Rank 1 #coffee [23-06-2025]

More details
WpActionLinkContent Guidelines