We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Reply 2009

Reply 2009

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 4, 2016
WpInfo
Fiction
Mystery
Perkenalkan nama saya Furqan saya lahir pada tahun 1994 sekarang saya kuliah di Salah satu unversitas swasta di makassar. Saya orangnya sederhana, dll. Saya tinggal di Makassar di salah satu perumahan terbesar di Indonesia Timur yaitu Perumahan Bumi Tamalanrea Permai. Saya akan menceritakan Kisah saya, ayah, dan ibu di tahun 2009 di saat saya masih SMP. Saya anak ke 9 dari 10 bersaudara. Pada bulan 1 tahun 2009, saya belajar dan belajar untuk menghadapi ujian nasional. Saya belum terlalu pintar dan juga tidak bodoh saya selalu di bully. Setiap ada ujian try out yang selalu diadakan di sekolah tiap hari senin saya berjuang untuk belajar agar mendapatkan nilai bagus dan di saat guru memasang pengumuman ujian try out di hari sabtu saya melihat dari jauh nama saya berada di posisi 50 dari 100 siswa. Saya langsung menundukkan kepala dan pergi. Semua siswa datang berkumpul untuk melihat pengumuman hasil ujiannya. Saya kesal mengapa ini bisa terjadi pada diriku. Copyright Maret 2017 by Ahmad Qamaruzzaman K DILARANG MENJIPLAK ATAU MENULIS ULANG!!!!! Hak cipta terlindungi.
All Rights Reserved
#17
2009
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Atas Nama Yang Maha
  • Puisi Kegagalan
  • My ice girl
  • ANNISA {ON GOING}
  • Gadis Desa Jadi Milliarder (END)
  • Karam [✔]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI

Menjadi anak sholeh lagi cerdas, taat beragama dan taat kepada orangtua lalu menjadi kebanggaan keluarga, tentu saja menjadi do'a dan harapan setiap ayah dan bunda untuk anaknya. Aku bukanlah seseorang yang dibanggakan keluarga. Meski aku yakin, tak ada orangtua yang mengharapkan hal buruk terjadi pada anaknya. Nilai akademisku tak sebagus ketiga adikku, aku harus berusaha keras belajar ketika ujian. Tak seperti adik-adikku yang cerdas. Bahkan aku pernah tak naik kelas karna aku dianggap tidak cukup mampu mengejar ketertinggalanku. "Pergi dari sini, dasar kau anak bodoh, tak bisa jadi kebanggaan, papa!!" "Papa, tolong jangan berkata seperti itu, dia anak kita!" "Anak yang iQ nya jongkok begini?" "Astagfirullahhh....!" Diusir dari rumah karna suatu hal yang seharusnya bukan salahku tapi kehendak Allah. Seperti tak ada rasa cinta padahal aku darah dagingnya. Meski begitu ada pesan cinta yang terselip dari Allah untukku karnanya. Dari situlah hidupku dimulai, dari situlah aku lebih mengenal dan dekat denganNya termasuk menemukan kesejatian rasa terhadap dia, Atas Nama Yang Maha.

More details
WpActionLinkContent Guidelines