Story cover for Sergio Dan Sabrina by riskagustaniaa
Sergio Dan Sabrina
  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Dec 05, 2016
Cinta sebuah kata yang mengandung makna tertentu.
Sama halnya seperti cinta, benci pun mengandung makna tertentu.

Cinta dan benci itu beda tipis, mungkin.
Seseorang bisa sangat mencintai lalu sangat membenci. Begitu pun dengan seseorang yang awalnya sangat membenci bisa jadi sangat mencintai.

Seperti kisah ini yang tak jauh dari dua kata tersebut. 

Sabrina dan Sergio,sepasang kekasih yang tak jauh dari masalah. Hubungan yang penuh cinta namun beberapa orang sangat membenci mereka.

Akankah kisah mereka berakhir bahagia ? Atau bahkan ada yang tersakiti di antara keduanya ? Atau mungkin mereka berdua berpisah dan saling membenci? Atau mungkin harus ada yang berkorban untuk pasangannya? Entahlah hanya takdir dan yang maha Kuasa yang mengetahui itu semua.


Disaat dua remaja yang sama urakan dan sama egois bersatu disitu lah ujian cinta mereka. Disaat orang-orang disekitarnya yang tidak menyukai mereka,disitulah mereka saling berkorban. Disaat salah satu dari mereka harus melepas,disitulah ke ikhlasan di datang kan.
All Rights Reserved
Sign up to add Sergio Dan Sabrina to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
It HURTS cover
Awas Jatuh Cinta cover
Benci Jadi Cinta [On Going] cover
Warm In The Arms ✔ cover
Elegi Rasa : Pergi cover
BENUA cover
Troublemakers cover
Begin Again cover
Behind You! cover

It HURTS

34 parts Complete

Teman-teman bilang, kisah cinta gue itu pasaran. Naksir tapi cuma bisa memendam (kalo lo bilang gue pengecut, itu artinya bukan hanya gue aja yang lo judge tapi juga jutaan cewek yang naksir diam-diam). Sebenarnya sih itu udah kelewat lumrah. Yang langka terjadi di realita adalah.... punya sahabat berbeda jenis (cowok cewek maksudnya) dan parahnya lo naksir dia! Yupss. Itu yang sedang gue alami. Percayalah, rasanya berjuta kali lebih nggak enak dibanding lo naksir cowok terkeren di sekolah. Seakan ada sesuatu yang salah dan nggak pada tempatnya. Wajar sih, karena memang nggak seharusnya ada rasa "cinta" di tengah persahabatan. Tapi mau gimana lagi? Beruntung buat gue kalo perasaan itu melekat di kedua pihak. Nah, kalo nggak? Kan sakit. *** Peniu.