Story cover for Merely A Dream by DianAyuDewi
Merely A Dream
  • WpView
    LECTURAS 494
  • WpVote
    Votos 55
  • WpPart
    Partes 15
  • WpView
    LECTURAS 494
  • WpVote
    Votos 55
  • WpPart
    Partes 15
Concluida, Has publicado dic 05, 2016
Contenido adulto
#adventure#romance
Rinaya tidak habis pikir,kenapa dirinya terjebak di dunia masa lalu tepatnya masa penjajahan.
Bisakah Janssen si pria Belanda itu membuktikan yang sebenarnya?
Hidup Rinaya kini di penuhi kegelapan.
Tapi tidak jika dirinya bersama Janssen. Rasa nyaman berlahan terselip di hati Rinaya



"Terus aku harus percaya dengan mu?, sekalinya Belanda ya Belanda. Mereka iblis jahat yang tidak memiliki hati menyuruhku menutup mata. Pasti kau akan melakukan yang tidak-tidak padaku. Cukup di sini sandiwaramu dan turunkan aku. Aku ingin pulang!!"



Kau boleh anggap aku apa. Tapi jangan samakan dengan orang-orang koloni brengsek itu!!. Aku berbeda,aku sama sekali tidak memiliki kesamaan sifat dengan mereka,hanya saja aku sebangsa. Ingat,aku akan buktikan itu padamu. Oke silahkan pergi dari sini dan keluarlah dari hutan. Karena tentara Belanda ada di mana-mana.Berbahagialah kau dengan mereka!!"
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Merely A Dream a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 6
LINIMASA (END) cover
Honor In Vengeance (END) ✅ cover
Kedaluwarsa ✓ cover
IZINKAN AKU MEMILIH [TELAH TERBIT] cover
RAJASANAGARA [ REVISI ] cover
KOLONEL K  cover

LINIMASA (END)

57 partes Concluida

Makhluk bumi, waktu bersamamu memang singkat, tapi cukup melekat. Hingga kau berada di ujung hayat, aku menyalahkan waktu karena tidak mempertemukan kita sejak dulu. Bersamamu memang sendu tapi tanpamu lebih terasa membelenggu. Aku pernah bertaruh dengan waktu, bahwa aku akan tetap mencintaimu hingga akhir hidupku. Namun, seseorang datang setelah kamu pergi, dia bilang dia Sang Pemburu, akan melindungi Betelgeuse yang ada dalam konstelasinya. Awalnya aku acuh, lagi-lagi waktu berperan penuh, saban hari netra kami bertemu. Kau tahu akhirnya, bukan? Ya, aku kalah bertaruh dengan waktu, ini jelas salah. Aku menjatuhkan hati pada seseorang yang berbeda denganku. Aku tahu kami berbeda, dan aku menyerah. Maaf, jika kamu merasa aku mengkhianatimu, karena sejujurnya aku tak pernah bisa melepas apa yang telah kau ukir bebas.