Can A Happy Ending?

Can A Happy Ending?

  • WpView
    Reads 291
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 9, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Sejak mulai bernafas hidupnya tak pernah bahagia. Ketika ada kesempatan untuk bahagiapun ia tidak mau mengambilnya. Bukan karena tidak ingin,siapa orang didunia ini yang tidak menginginkan bahagia? Jawabannya pasti tidak ada. Tetapi ketakutan akan kekecewaan lebih mendominasi dirinya,sehingga ia tidak mau ambil resiko. Sangat sulit membuatnya tertawa,jangankan untuk tertawa,untuk sekedar tersenyum tulus tanpa paksaan saja sangat sulit dilakukannya. Semua tawanya hanyalah kedok belaka untuk menutupi semua kehampaan yang ada dalam hatinya. Akankah kebahagiaan itu bisa diraih? Jika yang bersangkutan saja enggan untuk meraih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sherlyta
  • Caramel Sunset (COMPLETED)
  • Love In NOUBELLIA
  • Informed Consent
  • ABELIA
  • [End] Behind The Color
  • The Pain
  • My Bride 2 (Tamat)
  • Melawan Restu (Sudah Tamat)
Sherlyta

Menunggu, sudah Sherlyta lakukan selama sepuluh tahun ini. Tak ada lelah meski kabar berita sekalipun tidak pernah mampir ke telinganya. Bosan kerap terjadi tapi keyakinan dia kembali membangkitkan semangatnya lagi. Hingga dimana hari itu tiba, dia kembali, namun sayangnya bersama kenyataan pahit yang terpaksa harus Sherlyta terima dimana sang cinta pertama datang bukan untuk memenuhi janji, melainkan memberi kabar bahagia yang terasa menyakitkan untuknya. Kehancuran itu Sherlyta rasakan dengan dua kabar menyakitkan yang mau tak mau harus dirinya terima. Menyiksa hati dan perasaan yang pada akhirnya keadaan memaksanya untuk egois, menyakiti dan mengecewakan semua orang demi mewujudkan kebahagiaan dirinya sendiri yang telah lama di dambakan. Meski sementara, setidaknya Sherlyta tidak merasa sia-sia walau harus rela di benci sedemikian rupa. Selalu ada keegoisan di setiap keinginan dan selalu ada alasan di setiap tindakan. Dan Sherlyta berharap ketika tiba saatnya nanti semua akan paham mengapa dirinya memilih jalan yang menghancurkan banyak orang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines