Antara Kita Bertiga

Antara Kita Bertiga

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 21, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Ehh lo liat werza gak?" kata gadis berkulit putih dengan seragam yang super ketat, dan matanya yang dihiasi soflents abu-abu "No"kata lawan bicaranya sekaligus teman terdekatnya saat ini, yang menjawab dengan ogah-ogahan "lo lagi mikir apa sihh, lo punya gebetan baru? kasih tau gue dong, siapa tau gue bisa bantu" katanya sambil mengedipkan sebelah mata. Si lawan bicara hanya menatap mata temannya itu lekat-lekat dan kembali meminum jus pesanannya. "apaan si lo, gue lagi mikir aja kenapa lo mau sama cowo seabstrak werza" katanya sambil mencoba mengatur kata-kata untuk diucapkannya takut-takut salah ucap, dan menjadi tanda tanya bagi si lawan bicaranya "abstrak? ngak dia itu sempurna" jawabnya sambil menatap langit-langit kantin sesekali tersenyum Namun si lawan bicara berusaha mengatur nafasnya dan menahan semua gejolak di hati dan fikirannya.Dia sahabatku namun lelaki itu tunanganku. Ini cerita pertamaku... SUPPORT yaa! :*
All Rights Reserved
#21
mysterylove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I (Space) You
  • Sudut pandang (felisha)
  • ARTAN
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • SECRET
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Thats my Love
  • Rahellitha
  • Misi Kalisa (End)

* * * "Gue udah tahu semuanya.. Selama ini Lo pura-pura jadi orang lain... Lo bohongin gue Anggisa!" ucap Hezal dengan penuh penekanan. Anggisa tersenyum tipis , ia menunduk sebentar sebelum menoleh pada laki-laki yang ia cintai disampingnya ini. "Tapi kamu juga menjadikan aku bahan taruhan kamu" ucap Anggisa dengan nada pelan seperti biasanya. Hezal tersenyum meremehkan "Lo pantes dapetin itu... Karena lo .. Sampah!" Anggisa tidak menjawab , ia menunduk lagi. Kali ini, air matanya dengan mulus lolos begitu saja dari mata indahnya. Lagi! Laki-laki ini memang selalu berhasil menjungkir balikkan dunia Anggisa. "Turun Lo ! Dan silakan Lo tinggalin gue sejauh mungkin " tegas Hezal, tangannya mencengkram stir mobil dengan keras. Tanpa berkata lagi , Anggisa turun dari mobil Hezal. Mata Anggisa menatap kepergian Hezal , ia tidak bisa bergerak sama sekali. Anggisa tidak akan meninggalkan Hezal , tetapi laki-laki itu yang membuat ruang kosong diantara mereka. * * * " Tidak penting dengan siapa kita jatuh cinta pertama kalinya , karena pada orang terakhirlah kita akan merasa penting menghabiskan disetiap detiknya waktu." -Anggisa Rana Hainun-

More details
WpActionLinkContent Guidelines